digtara.com - Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini, Selasa (27/1/2026). Pergerakan rupiah masih dibayangi berbagai sentimen global dan domestik, meski secara umum rupiah diperkirakan berpeluang menguat sepanjang hari.
Mengacu data Bloomberg pukul 09.05 WIB, rupiah terdepresiasi 0,06 persen atau melemah 10 poin ke level Rp16.792 per
dolar AS. Pada saat yang sama, indeks
dolar AS (DXY) tercatat menguat tipis 0,02 persen ke level 97,05.
Rupiah Diprediksi Menguat Hari Ini
Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp16.750–Rp16.900 per dolar AS, dengan kecenderungan menguat.
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Senin 26 Januari 2026, Bergerak di Rp16.820–Rp16.850 per Dolar AS Sebagai catatan, pada penutupan perdagangan Senin (26/1/2026), rupiah ditutup menguat 38 poin ke level Rp16.782 per
dolar AS.
Menurut Ibrahim, sentimen global masih menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan rupiah, terutama terkait meningkatnya ketegangan geopolitik Amerika Serikat.
"Meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan sekutu NATO terkait Greenland telah mengguncang pasar global. Retorika Trump mengenai kepentingan strategis AS di wilayah Arktik memperketat hubungan transatlantik dan memicu kekhawatiran dampak diplomatik serta ekonomi yang lebih luas," ujar Ibrahim dalam risetnya, Selasa (27/1/2026).
Ketegangan AS–Kanada dan Ancaman Tarif
Ibrahim menambahkan, Presiden AS Donald Trump juga meningkatkan gesekan perdagangan dengan Kanada. Trump berjanji akan mengenakan tarif hingga 100 persen terhadap barang-barang Kanada jika Ottawa melanjutkan kesepakatan perdagangan dengan China.
Dalam pernyataannya di media sosial, Trump menyebut Kanada berpotensi menjadi "pelabuhan transit" bagi barang-barang China yang masuk ke AS. Ia bahkan memperingatkan bahwa China akan "memakan Kanada hidup-hidup" jika kesepakatan tersebut benar-benar dijalankan.
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini Jumat 23 Januari 2026, Berisiko Melemah
Menanti Arah Kebijakan The Fed
Dari sisi kebijakan moneter, pasar juga mencermati hasil rapat Federal Reserve yang dijadwalkan berakhir pada Rabu waktu setempat. Pelaku pasar secara luas memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga acuannya.
"Meskipun keputusan menahan suku bunga sebagian besar sudah diantisipasi pasar, investor akan fokus pada pernyataan The Fed dan komentar Ketua Jerome Powell untuk mencari sinyal waktu serta laju potensi penurunan suku bunga di akhir tahun ini," kata Ibrahim.
Sentimen Domestik: Dukungan Bank Indonesia
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Senin 26 Januari 2026, Bergerak di Rp16.820–Rp16.850 per Dolar AS Dari dalam negeri, sentimen positif datang dari komitmen Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Langkah BI yang aktif melakukan intervensi dinilai membantu menahan tekanan terhadap rupiah.
Intervensi dilakukan melalui berbagai instrumen, mulai dari pasar offshore non-deliverable forward (NDF), domestic non-delivery forward (DNDF), hingga pasar spot valuta asing.