digtara.com - Sejumlah analis memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin, 2 Februari 2026 masih berisiko melanjutkan koreksi, meski peluang teknikal rebound jangka pendek tetap terbuka. Investor disarankan mencermati level support-resistance serta menerapkan strategi selektif pada saham unggulan.
IHSG Melemah Tajam Sepekan TerakhirIHSG tercatat melemah 6,94% secara mingguan ke level 8.329,60 pada periode 26–30 Januari 2026, dari posisi 8.951,01 pada pekan sebelumnya. Seiring pelemahan tersebut, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) ikut menyusut signifikan sebesar Rp1.198 triliun, menjadi Rp15.046 triliun.
Tekanan pasar terjadi di tengah meningkatnya volatilitas, terutama dipicu sentimen dari Morgan Stanley Capital International (MSCI). Setelah menyelesaikan konsultasi terkait penilaian free float saham Indonesia, MSCI memutuskan membekukan rebalancing indeks MSCI untuk saham-saham Indonesia, yang berdampak langsung pada sentimen investor.
Baca Juga: Rekomendasi Saham dan Prediksi Pergerakan IHSG Hari Ini Jumat 30 Januari 2026 Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menyampaikan bahwa
IHSG selama sepekan mengalami koreksi cukup dalam dan disertai lonjakan volatilitas.
IHSG Alami Trading Halt Dua Kali
Volatilitas ekstrem menyebabkan pembekuan perdagangan sementara (trading halt) terjadi dua kali dalam sepekan terakhir:
Rabu (28/1/2026) pukul 13.43–14.13 WIB setelah
IHSG turun 8%.Kamis (29/1/2026) pukul 09.26 WIB,
IHSG kembali jatuh 8% sehingga trading halt kembali diberlakukan selama 30 menit.Meski demikian, BEI mencatat adanya peningkatan signifikan pada rata-rata nilai transaksi harian, yang naik 29,28% menjadi Rp43,76 triliun, dibandingkan Rp33,85 triliun pada pekan sebelumnya. Hal ini menunjukkan aktivitas jual-beli masih cukup tinggi di tengah gejolak pasar.
Proyeksi Pergerakan IHSG Hari Ini
Tim Analis MNC Sekuritas mencatat IHSG pada akhir pekan lalu menguat 1,18% ke level 8.329, dengan dominasi volume pembelian. Namun demikian, secara teknikal IHSG dinilai masih berada pada fase rawan koreksi.
Baca Juga: Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Kamis, 29 Januari 2026: IHSG Ambrol 7,35%, Kapitalisasi Pasar Susut Rp1.259 Triliun "Posisi
IHSG saat ini diperkirakan berada di akhir wave (a) dari wave [x], sehingga area koreksi perlu diwaspadai," tulis MNC Sekuritas dalam riset harian, Senin (2/2/2026).
Level Teknikal
IHSG:
Support: 7.985 dan 7.762Resistance: 8.341 dan 8.590Area koreksi jangka pendek diperkirakan berada di kisaran 7.945–8.189, sementara potensi penguatan terbatas berada di 8.527–8.812.
Rekomendasi Saham Hari Ini
MNC Sekuritas merekomendasikan strategi buy on weakness untuk saham-saham berikut:
Baca Juga: Rekomendasi Saham dan Prediksi Pergerakan IHSG Hari Ini Jumat 30 Januari 2026
PT Astra International Tbk. (ASII)PT Daaz Bara Lestari Tbk. (DAAZ)PT ESSA Industries Indonesia Tbk. (ESSA)Sementara itu, saham PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) direkomendasikan dengan strategi speculative buy, mengingat karakter volatilitas dan potensi teknikalnya.
Catatan untuk Investor
Dengan kondisi pasar yang masih bergejolak,
investor disarankan:
Mengelola risiko secara disiplinMemanfaatkan koreksi untuk akumulasi selektifTidak melakukan pembelian agresif tanpa konfirmasi teknikalDisclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Penulis dan media tidak bertanggung jawab atas keuntungan maupun kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Baca Juga: Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Kamis, 29 Januari 2026: IHSG Ambrol 7,35%, Kapitalisasi Pasar Susut Rp1.259 Triliun