digtara.com -Nilai tukar rupiah hari ini Jumat 6 Februari 2026 diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah terhadap dolar Amerika Serikat. Rupiah diproyeksikan berada di kisaran Rp16.840 hingga Rp16.900 per dolar AS seiring meningkatnya tekanan sentimen global dan ekspektasi kebijakan moneter Amerika Serikat.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah 0,39% atau 65 poin ke level Rp16.842 per
dolar AS. Pada saat yang sama, indeks
dolar AS tercatat menguat 0,06% ke posisi 97,67.
Sentimen Global Tekan Pergerakan Rupiah
Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai pergerakan rupiah hari ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor eksternal, khususnya perkembangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Pasar global masih mencermati rencana pembicaraan kedua negara yang dinilai penuh ketidakpastian.
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 5 Februari 2026 Tertekan Dolar AS, Berpotensi Melemah Menurut Ibrahim, terdapat perbedaan pandangan yang signifikan terkait agenda pertemuan tersebut. Iran menyatakan kesiapan membahas program nuklir, termasuk isu pengayaan uranium, dengan negara-negara Barat. Sementara itu, Amerika Serikat ingin memasukkan isu rudal balistik Iran, dukungan terhadap kelompok proksi bersenjata di Timur Tengah, serta isu hak asasi manusia.
"Kedua pihak masih memiliki perbedaan pendapat yang besar mengenai apa yang seharusnya dibahas dalam pembicaraan tersebut," kata Ibrahim, Kamis (5/2/2026).
Di luar agenda diplomatik tersebut, pasar juga dibayangi kekhawatiran bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump tetap akan merealisasikan ancamannya untuk melakukan serangan terhadap Iran. Risiko eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang kaya minyak dinilai dapat meningkatkan volatilitas pasar keuangan global, termasuk nilai tukar rupiah.
The Fed Hawkish Jadi Tekanan Tambahan
Dari sisi moneter, rupiah turut tertekan oleh ekspektasi kebijakan The Federal Reserve yang cenderung lebih hawkish. Pasar menilai bank sentral AS akan menjaga independensinya di bawah kepemimpinan Warsh, sehingga ruang pelonggaran kebijakan moneter menjadi lebih terbatas.
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini Rabu 4 Februari 2026 Melemah di Tengah Sentimen Global Pelaku pasar juga menurunkan ekspektasi penurunan suku bunga Fed setelah bank sentral AS menahan suku bunga pada Januari 2026. Penunjukan Warsh turut memperkuat persepsi bahwa The Fed akan lebih berhati-hati dalam merespons perlambatan ekonomi global.
"Pasar keuangan saat ini memperkirakan hampir 46% kemungkinan penurunan suku bunga pada pertemuan kebijakan Juni," ujar Ibrahim.
Ekspektasi suku bunga AS yang tetap tinggi dalam waktu lebih lama membuat dolar AS cenderung menguat, sehingga memberikan tekanan tambahan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Sentimen Domestik Tahan Pelemahan Rupiah
Dari dalam negeri, sentimen positif datang dari realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang 2025 tercatat sebesar 5,11% secara tahunan atau year on year.
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Selasa 3 Februari 2026 Melemah ke Rp16.798 per Dolar AS
Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2024 yang berada di level 5,03% secara tahunan. Realisasi ini juga melampaui perkiraan konsensus ekonom sebelumnya, sehingga memberikan bantalan bagi rupiah di tengah tekanan global.
Meski demikian, pelaku pasar tetap bersikap hati-hati karena sentimen eksternal masih mendominasi pergerakan nilai tukar rupiah dalam jangka pendek.