digtara.com -Kurs dolar ke rupiah hari ini, Sabtu 7 Februari 2026, masih bergerak dalam tekanan. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di rentang Rp16.700 hingga Rp16.900 per dolar AS, mencerminkan pasar yang belum sepenuhnya stabil menjelang akhir pekan.
Pada penutupan perdagangan sebelumnya, Jumat 6 Februari 2026, rupiah ditutup melemah di sekitar level Rp16.876 per
dolar AS. Pelemahan ini dipengaruhi oleh sentimen global, terutama penguatan
dolar AS akibat ekspektasi kebijakan moneter ketat di Amerika Serikat.
Faktor Global Tekan Kurs Dolar ke Rupiah
Pergerakan kurs dolar ke rupiah dalam beberapa hari terakhir masih dipengaruhi oleh dinamika global. Penguatan dolar AS terjadi seiring proyeksi suku bunga tinggi yang dipertahankan lebih lama oleh bank sentral Amerika Serikat.
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Jumat 6 Februari 2026 Melemah ke Rp16.842 per Dolar AS Selain itu, kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi global turut menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Aliran modal asing yang cenderung keluar dari pasar emerging market juga menjadi salah satu faktor pelemahan nilai tukar.
Meski demikian, volatilitas rupiah masih tergolong terkendali dan belum menunjukkan gejolak ekstrem.
Prospek Rupiah dalam Jangka Menengah
Sejumlah pelaku pasar menilai pergerakan kurs dolar ke rupiah berpotensi stabil dalam jangka menengah apabila sentimen global mulai membaik. Stabilitas pasar keuangan domestik serta fundamental ekonomi Indonesia yang relatif solid menjadi penopang utama nilai tukar.
Pertumbuhan ekonomi, inflasi yang terjaga, serta kebijakan moneter yang adaptif diharapkan mampu meredam tekanan eksternal terhadap rupiah.
Imbauan bagi Pelaku Usaha dan Masyarakat
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 5 Februari 2026 Tertekan Dolar AS, Berpotensi Melemah Bagi pelaku usaha maupun masyarakat yang memiliki kebutuhan transaksi valuta asing, memantau kurs dolar ke rupiah hari ini melalui sumber resmi sangat penting. Pergerakan nilai tukar yang fluktuatif dapat memengaruhi biaya impor, pembayaran luar negeri, maupun perencanaan keuangan.
Dengan memahami dinamika pasar dan sentimen global, keputusan finansial dapat diambil secara lebih bijak dan terukur.