digtara.com -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan koreksi pada perdagangan Senin, 9 Februari 2026. Setelah ditutup melemah 2,08% ke level 7.935,26 pada Jumat (6/2/2026), tekanan jual masih membayangi pasar saham domestik.
Tim Analis
MNC Sekuritas memproyeksikan
IHSG berisiko bergerak menuju area 7.712–7.785. Level 7.712 menjadi support krusial yang perlu dicermati investor. Selama
IHSG mampu bertahan di atas area tersebut, indeks masih berpeluang menguat ke rentang 8.284–8.440.
Untuk perdagangan hari ini, support berada di level 7.712 dan 7.547, sementara resistance diperkirakan di kisaran 8.214 dan 8.354.
Baca Juga: Rekomendasi Saham Hari Ini 5 Februari 2026, IHSG Berpeluang Menguat ke 8.500 Rekomendasi Saham Hari Ini
Di tengah tekanan pasar, sejumlah saham masih dinilai menarik untuk dicermati. MNC Sekuritas merekomendasikan beberapa saham berikut:
AMRTAUTOINDFNCKLSaham-
saham tersebut dinilai memiliki potensi teknikal yang relatif lebih stabil dibanding pergerakan indeks secara keseluruhan. Meski demikian, investor tetap disarankan memperhatikan manajemen risiko dan volatilitas pasar.
Sentimen Global Tekan IHSG
Tekanan terhadap IHSG tidak terlepas dari sentimen global yang masih rapuh. Pengamat komoditas dan mata uang Ibrahim Assuaibi memproyeksikan IHSG berpotensi melemah menuju level 7.750 dalam sepekan ke depan.
Baca Juga: Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Rabu, 4 Februari 2026 Salah satu faktor utama adalah penundaan rilis data tenaga kerja Amerika Serikat hingga 11 Februari 2026. Data ini dinilai krusial untuk membaca arah kebijakan moneter The Federal Reserve, khususnya terkait peluang penurunan atau penahanan suku bunga acuan.
Selain itu, Bank of England dan Bank Sentral Eropa masih mempertahankan suku bunga, mencerminkan kehati-hatian menghadapi ketidakpastian ekonomi global.
Dari sisi geopolitik, ketegangan di Timur Tengah sedikit mereda pascapertemuan delegasi Amerika Serikat dan Iran. Namun, pasar kembali terganggu oleh tudingan Amerika Serikat terhadap China terkait uji coba nuklir, meski tuduhan tersebut telah dibantah.
Sentimen Domestik dan Arus Dana Asing
Dari dalam negeri, IHSG tertekan setelah Moody's memangkas outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif. Selain itu, isu pembekuan indeks oleh MSCI serta penurunan peringkat Indonesia dari sejumlah lembaga internasional turut memicu arus keluar dana asing.
Baca Juga: Rekomendasi Saham Hari Ini Selasa 3 Februari 2026, IHSG Berisiko Koreksi ke Area Support Padahal, ekonomi Indonesia mencatat pertumbuhan 5,11% pada 2025. Namun, pertumbuhan tersebut dinilai belum cukup kuat untuk menopang stabilitas pasar di tengah tekanan global.
Sentimen fiskal juga menjadi sorotan setelah IMF menilai defisit fiskal Indonesia berpotensi menimbulkan risiko. Kondisi ini memicu kekhawatiran investor dan berpotensi menekan IHSG serta nilai tukar rupiah yang diperkirakan mendekati Rp17.200 per dolar AS.
Strategi Investor
Dengan kondisi pasar yang fluktuatif, investor disarankan:
Memantau level support 7.712 sebagai batas krusial IHSGMengutamakan saham berfundamental kuatMengelola risiko dengan disiplin cut loss dan target profitVolatilitas diperkirakan masih tinggi dalam jangka pendek, sehingga pendekatan selektif dan defensif menjadi strategi yang lebih relevan saat ini.
Baca Juga: Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Senin, 2 Februari 2026
Disclaimer: Informasi ini bukan ajakan membeli atau menjual
saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.