digtara.com -Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Senin, 9 Februari 2026. Rupiah berpotensi ditutup di kisaran Rp16.870 hingga Rp16.920 per dolar AS.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah pada Jumat (6/2/2026) ditutup melemah 0,20% ke level Rp16.876 per
dolar AS. Pada saat yang sama, indeks
dolar AS tercatat turun tipis 0,03% ke level 97,85.
Sentimen Global Pengaruhi Pergerakan Rupiah
Pergerakan rupiah hari ini dipengaruhi berbagai faktor global. Pengamat komoditas dan mata uang Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa pertemuan pejabat Amerika Serikat dan Iran di Oman menjadi perhatian pelaku pasar.
Baca Juga: Kurs Dolar ke Rupiah Hari Ini 7 Februari 2026, Mata Uang Garuda Masih Tertekan di Kisaran Rp16.800 Pertemuan tersebut berlangsung setelah Washington mengerahkan dua armada angkatan laut di kawasan Timur Tengah. Pasar berharap dialog antara Teheran dan Washington dapat meredakan ketegangan dan mencegah konflik yang lebih luas.
Namun, kedua negara memiliki perbedaan pandangan terkait agenda pembahasan. Iran menolak membahas isu persenjataan rudal dan menegaskan diskusi hanya akan fokus pada ambisi nuklir. Situasi ini menimbulkan ketidakpastian, terutama karena Iran merupakan produsen minyak utama dan berada di dekat Selat Hormuz, jalur vital distribusi minyak dunia.
Selain faktor geopolitik, data ekonomi Amerika Serikat juga turut memengaruhi sentimen. Data pemutusan hubungan kerja versi Challenger menunjukkan lonjakan PHK pada Januari, tertinggi sejak resesi 2009. Klaim pengangguran mingguan juga meningkat lebih besar dari perkiraan, sementara data lowongan kerja Desember berada di bawah ekspektasi.
Dampak Outlook Moody's terhadap Rupiah
Dari dalam negeri, sentimen negatif datang dari keputusan Moody's Ratings yang menurunkan outlook utang Indonesia dari stabil menjadi negatif. Meski demikian, peringkat utang Indonesia tetap dipertahankan di level Baa2 atau masih berada dalam kategori investment grade.
Moody's menilai perubahan outlook ini mencerminkan meningkatnya ketidakpastian kebijakan, kekhawatiran terhadap tata kelola, serta potensi pelemahan kepercayaan investor. Lembaga tersebut juga menyoroti tantangan pemerintah dalam menjaga stabilitas dan mencegah aksi jual aset domestik.
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Jumat 6 Februari 2026 Melemah ke Rp16.842 per Dolar AS Penurunan outlook ini menambah tekanan terhadap pasar keuangan Indonesia, termasuk nilai tukar rupiah, di tengah kondisi global yang belum sepenuhnya stabil.
Proyeksi Rupiah Hari Ini
Dengan kombinasi sentimen global dan domestik, rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif namun cenderung melemah pada perdagangan hari ini. Kisaran pergerakan diproyeksikan berada di level Rp16.870 hingga Rp16.920 per
dolar AS.
Pelaku pasar disarankan mencermati perkembangan geopolitik, rilis data ekonomi AS, serta respons kebijakan dalam negeri yang dapat memengaruhi arah pergerakan rupiah dalam jangka pendek.
Baca Juga: Kurs Dolar ke Rupiah Hari Ini 7 Februari 2026, Mata Uang Garuda Masih Tertekan di Kisaran Rp16.800