digtara.com -Pergerakan IHSG hari ini, Selasa 10 Februari 2026, diproyeksikan masih berpeluang melanjutkan penguatan dengan target menguji area 8.028–8.102. Sejumlah saham seperti ARCI, BBCA, HRUM, dan JPFA masuk dalam daftar rekomendasi analis.
Pada perdagangan Senin, 9 Februari 2026, Indeks Harga Saham Gabungan ditutup menguat 1,22 persen ke level 8.031 dengan dukungan volume pembelian yang meningkat. Secara teknikal, posisi
IHSG juga masih berada di atas rata-rata pergerakan 200 hari atau MA200, yang mencerminkan tren jangka menengah tetap positif.
Proyeksi IHSG dan Level Support Resistance
Tim Analis MNC Sekuritas memperkirakan IHSG masih berpeluang menguat dalam jangka pendek untuk menutup gap di kisaran 8.028–8.102. Meski demikian, investor tetap perlu mewaspadai potensi koreksi ke area 7.785–7.904.
Baca Juga: Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini 9 Februari 2026, Waspada Koreksi ke 7.712 Untuk perdagangan hari ini, level support
IHSG berada di 7.712 dan 7.547. Sementara itu, level resistance diperkirakan di 8.214 dan 8.354.
Saham yang direkomendasikan MNC Sekuritas meliputi:
ARCIBBCAHRUMJPFA
Proyeksi IHSG Sepekan dan Sentimen PasarEquity Analyst PT Indo Premier Sekuritas, Imam Gunadi, memproyeksikan IHSG bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah terbatas selama periode 9–13 Februari 2026.
Pergerakan pasar dinilai masih dipengaruhi ketidakpastian arah kebijakan moneter global dan penantian rilis data ekonomi utama. Level support diperkirakan di 7.716 dan resistance di 8.207.
Baca Juga: Rekomendasi Saham Hari Ini 5 Februari 2026, IHSG Berpeluang Menguat ke 8.500 Dalam sepekan terakhir,
IHSG tercatat terkoreksi 4,73 persen ke level 7.935 dengan outflow pasar reguler mencapai Rp1,2 triliun. Tekanan pasar juga datang dari sentimen MSCI terkait potensi penurunan status Indonesia menjadi frontier market apabila tidak memenuhi persyaratan transparansi pemegang saham.
Sentimen Global Pengaruhi Pergerakan IHSG
Dari Amerika Serikat, perhatian pasar tertuju pada rilis data inflasi yang diproyeksikan turun ke 2,5 persen secara tahunan dari sebelumnya 2,7 persen. Penurunan ini berpotensi memperkuat ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter oleh The Federal Reserve.
Data ketenagakerjaan AS juga menjadi sorotan. Initial jobless claims diperkirakan di kisaran 235.000 dengan tingkat pengangguran stabil di 4,4 persen.
Dari China, inflasi diproyeksikan turun menjadi 0,4 persen secara tahunan dari sebelumnya 0,8 persen. Data ini penting karena China merupakan mitra dagang utama Indonesia dan berpengaruh terhadap harga komoditas global.
Selain itu, pasar juga mencermati perkembangan kebijakan lembaga pemeringkat Moody's terhadap sejumlah perusahaan Indonesia, yang berpotensi memengaruhi persepsi risiko dan biaya pendanaan.
Baca Juga: Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Rabu, 4 Februari 2026 Sentimen geopolitik AS dan Iran turut menjadi perhatian setelah kedua negara menyatakan pembicaraan awal berjalan positif dan membuka peluang pertemuan lanjutan.
Fokus Data Domestik
Dari dalam negeri, investor menanti rilis data penjualan ritel Desember 2025 serta penjualan mobil Januari 2026. Kedua data ini menjadi indikator penting daya beli masyarakat dan ketahanan konsumsi domestik sebagai penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Pergerakan IHSG hari ini diperkirakan tetap sensitif terhadap kombinasi sentimen global dan domestik, sehingga investor disarankan mencermati level teknikal serta perkembangan data ekonomi secara cermat.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.
Baca Juga: Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini 9 Februari 2026, Waspada Koreksi ke 7.712