digtara.com -Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini, Selasa 10 Februari 2026, diperkirakan bergerak fluktuatif namun berpeluang ditutup menguat di kisaran Rp16.760–Rp16.800 per dolar AS.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah pada Senin (9/2/2026) ditutup menguat 0,42 persen ke level Rp16.805 per
dolar AS. Pada saat yang sama, indeks
dolar AS tercatat melemah 0,19 persen ke posisi 97,44.
Sentimen Global Pengaruhi Pergerakan Rupiah
Direktur Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menyampaikan bahwa pergerakan rupiah hari ini dipengaruhi kombinasi faktor global dan domestik.
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini 9 Februari 2026, Berisiko Melemah ke Rp16.920 Dari eksternal, perkembangan hubungan Amerika Serikat dan Iran menjadi perhatian pasar. Kedua negara menyatakan pembicaraan terkait isu nuklir akan berlanjut setelah diskusi sebelumnya dinilai berjalan positif.
Pernyataan tersebut membantu meredakan kekhawatiran pasar atas potensi konflik militer di Timur Tengah. Sebelumnya, tensi geopolitik sempat meningkat setelah AS mengerahkan kapal perang ke kawasan tersebut dan muncul ancaman tindakan militer terhadap Iran.
Kondisi ini sempat mendorong premi risiko minyak dunia naik. Namun, peluang terjadinya perang dinilai relatif kecil sehingga tekanan terhadap pasar keuangan mulai mereda.
Fokus Data Ekonomi AS dan China
Pelaku pasar juga menantikan rilis sejumlah data ekonomi penting pekan ini.
Di Amerika Serikat, data penggajian non-pertanian (non-farm payroll) Januari akan dirilis, disusul data indeks harga konsumen (CPI) pada Jumat. Data tersebut menjadi acuan utama arah kebijakan moneter The Federal Reserve.
Baca Juga: Kurs Dolar ke Rupiah Hari Ini 7 Februari 2026, Mata Uang Garuda Masih Tertekan di Kisaran Rp16.800 Sementara itu, China akan merilis data CPI Januari pada akhir pekan. Data ini penting mengingat posisi China sebagai importir minyak terbesar dunia dan mitra dagang utama Indonesia. Rilis data tersebut juga bertepatan dengan momentum menjelang libur Tahun Baru Imlek.
Sentimen Domestik Topang Rupiah
Dari dalam negeri, sentimen positif datang dari proyeksi penerimaan pajak 2026 yang disebut berpotensi melampaui target APBN.
Selain itu, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Januari 2026 tercatat naik 3,5 poin menjadi 127. Angka tersebut menjadi level tertinggi dalam satu tahun terakhir dan mencerminkan optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi.
Kombinasi sentimen global yang lebih kondusif serta data domestik yang solid dinilai mampu menopang pergerakan rupiah.
Seiring dengan faktor-faktor tersebut, rupiah hari ini diproyeksikan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat pada kisaran Rp16.760 hingga Rp16.800 per dolar AS.
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Jumat 6 Februari 2026 Melemah ke Rp16.842 per Dolar AS