digtara.com -Nilai tukar rupiah hari ini, Rabu (11/2/2026), diperkirakan bergerak fluktuatif namun berpeluang ditutup menguat di kisaran Rp16.810–Rp16.840 per dolar AS.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah pada perdagangan Selasa (10/2/2026) ditutup melemah tipis 0,04% ke level Rp16.811 per
dolar AS. Sementara itu, indeks
dolar AS tercatat menguat 0,07% ke posisi 96,88.
Sentimen Global Pengaruhi Pergerakan Rupiah
Direktur Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa pergerakan rupiah dipengaruhi sejumlah sentimen eksternal dan domestik.
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini 10 Februari 2026, Berpeluang Menguat Dari faktor global, pemerintahan Amerika Serikat menyarankan kapal berbendera AS untuk menghindari wilayah Iran saat melintasi Selat Hormuz dan Teluk Oman. Peringatan tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi peningkatan ketegangan antara AS dan Iran.
Meski kedua negara sebelumnya mencatat kemajuan dalam pembicaraan akhir pekan terkait program nuklir Teheran, risiko geopolitik dinilai masih cukup tinggi dan berpotensi memengaruhi sentimen pasar keuangan global, termasuk nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Selain faktor geopolitik, pasar juga menanti rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat. Data penggajian non-pertanian serta inflasi indeks harga konsumen (CPI) akan menjadi indikator utama dalam menentukan arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve.
Data China dan Permintaan Minyak Jadi Sorotan
Dari Asia, pelaku pasar juga menunggu rilis data inflasi China yang dijadwalkan pada Jumat. Sebagai importir minyak terbesar di dunia, data CPI China akan memberikan gambaran mengenai prospek permintaan energi global.
Permintaan bahan bakar di China diperkirakan meningkat selama periode libur Imlek, yang berpotensi memengaruhi harga komoditas dan pergerakan mata uang emerging market, termasuk rupiah.
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini 9 Februari 2026, Berisiko Melemah ke Rp16.920 Sentimen Domestik Turut Menopang
Dari dalam negeri, Ibrahim menyoroti hasil survei Indikator Politik Indonesia yang mencatat tingkat kepuasan publik terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mencapai 79,9%.
Survei tersebut menunjukkan apresiasi masyarakat terhadap kinerja pemerintah, termasuk dalam upaya pemberantasan korupsi. Faktor stabilitas politik dan persepsi positif terhadap pemerintahan dinilai turut menjadi sentimen penopang pergerakan rupiah.
Proyeksi Rupiah Hari IniDengan kombinasi sentimen global dan domestik tersebut, nilai tukar rupiah hari ini diproyeksikan bergerak fluktuatif namun cenderung menguat pada kisaran Rp16.810 hingga Rp16.840 per dolar AS.
Pelaku pasar tetap disarankan mencermati perkembangan geopolitik serta rilis data ekonomi global yang dapat memicu volatilitas di pasar valuta asing.
Baca Juga: Kurs Dolar ke Rupiah Hari Ini 7 Februari 2026, Mata Uang Garuda Masih Tertekan di Kisaran Rp16.800