digtara.com -Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini, Kamis 12 Februari 2026, berada di level Rp16.810 per dolar AS pada perdagangan pagi. Pergerakan rupiah masih dipengaruhi sentimen global dan domestik, termasuk prospek suku bunga Amerika Serikat serta kebijakan stimulus pemerintah.
Berdasarkan data Bloomberg pada Rabu 11 Februari 2026, nilai tukar rupiah terhadap
dolar AS ditutup menguat 0,15 persen ke posisi Rp16.786. Sementara itu, indeks
dolar AS yang mengukur kinerja greenback terhadap sejumlah mata uang utama melemah 0,19 persen ke level 96,61.
Pergerakan Mata Uang Asia
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Rabu 11 Februari 2026, Berpeluang Menguat ke Rp16.810–Rp16.840 Selain rupiah, sejumlah mata uang Asia juga mencatatkan penguatan terhadap
dolar AS. Yen Jepang menguat 0,87 persen, dolar Hong Kong naik 0,03 persen, dan dolar Singapura terapresiasi 0,17 persen.
Penguatan juga terjadi pada dolar Taiwan yang naik 0,40 persen, won Korea menguat 0,42 persen, peso Filipina naik 0,40 persen, yuan China menguat 0,02 persen, serta baht Thailand yang naik 0,40 persen.
Sebaliknya, ringgit Malaysia terkoreksi 0,05 persen dan rupee India melemah 0,10 persen.
Sentimen Global Tekan Dolar AS
Direktur Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa pergerakan nilai tukar rupiah hari ini dipengaruhi faktor eksternal dan internal.
Dari sisi global, rilis data penjualan ritel Amerika Serikat pada Desember 2025 yang melemah dinilai memberikan sinyal perlambatan ekonomi di negara tersebut. Kondisi ini memicu ekspektasi bahwa Federal Reserve berpotensi memangkas suku bunga lebih lanjut tahun ini guna menopang pertumbuhan.
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini 10 Februari 2026, Berpeluang Menguat Prospek ekonomi AS yang lebih lemah turut mendorong penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Di sisi lain,
dolar AS masih kesulitan pulih dari tekanan yang terjadi sebelumnya.
Selain faktor ekonomi, perkembangan geopolitik juga menjadi perhatian pasar. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa pembicaraan nuklir dengan Amerika Serikat telah membuka peluang diplomasi lanjutan, yang dinilai dapat meredakan sebagian ketegangan global.
Sentimen Domestik Dukung Rupiah
Dari dalam negeri, pemerintah meluncurkan Paket Stimulus Ekonomi I-2026 yang mencakup kebijakan diskon transportasi, penerapan work from anywhere atau WFA, serta bantuan pangan.
Langkah tersebut dinilai sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat menjelang hari raya dan menopang pertumbuhan ekonomi domestik. Kebijakan ini turut menjadi sentimen positif bagi pergerakan rupiah di pasar valuta asing.
Kesimpulan
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini 9 Februari 2026, Berisiko Melemah ke Rp16.920
Nilai tukar rupiah terhadap
dolar AS hari ini 12 Februari 2026 berada di kisaran Rp16.810 per
dolar AS, dengan potensi pergerakan yang masih dipengaruhi data ekonomi AS, arah kebijakan The Fed, serta stimulus ekonomi pemerintah. Pelaku pasar akan terus mencermati perkembangan global dan domestik untuk menentukan arah pergerakan selanjutnya.