digtara.com -Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diperkirakan bergerak terkonsolidasi pada perdagangan hari ini, Senin 23 Februari 2026. Investor disarankan mencermati level teknikal serta rekomendasi saham dari sejumlah analis.
IHSG Ditutup di 8.271,76, Asing Catat Net Sell Rp14,41 Triliun
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG parkir di level 8.271,76 pada penutupan perdagangan Jumat (20/2/2026). Sepanjang tahun berjalan atau year-to-date, IHSG tercatat melemah 4,34 persen.
Sementara itu, investor asing membukukan aksi jual bersih atau net sell sebesar Rp14,41 triliun sejak awal 2026.
Baca Juga: IHSG Hari Ini Kamis 19 Februari 2026 Berpotensi ke 8.440, Ini Rekomendasi Saham Pilihan Analis Secara teknikal, Tim Analis
MNC Sekuritas menyampaikan
IHSG terkoreksi tipis 0,03 persen ke level 8.271 pada akhir pekan lalu dan masih didominasi tekanan jual.
Apabila IHSG mampu bertahan di atas level 8.170, indeks berpeluang melanjutkan penguatan menuju rentang 8.440–8.503. Namun, pelaku pasar juga perlu mewaspadai potensi koreksi lanjutan ke area 8.059–8.119.
Untuk perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan bergerak pada rentang support 8.170 dan 8.025 serta resistance 8.408 dan 8.596.
Rekomendasi Saham Hari Ini dari MNC Sekuritas
MNC Sekuritas merekomendasikan speculative buy pada saham BIRD. Selain itu, analis juga menyarankan strategi buy on weakness untuk saham BRMS, INCO, dan NICL.
Baca Juga: IHSG Hari Ini Rabu 18 Februari 2026, Analis Ungkap Rekomendasi Saham dan Risiko Volatilitas Pasar Strategi ini dinilai relevan di tengah pergerakan IHSG yang masih cenderung konsolidatif pada awal pekan.
Proyeksi IHSG dan Rekomendasi Saham Versi Phintraco Sekuritas
Dalam riset terpisah, Tim Riset Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG masih bergerak konsolidasi di kisaran 8.200–8.350 sepanjang pekan ini.
Dari sisi domestik, defisit neraca transaksi berjalan Indonesia melebar menjadi US$2,54 miliar pada kuartal IV/2025, setara 0,7 persen terhadap PDB. Kondisi ini berbalik dari surplus US$4,01 miliar pada kuartal III/2025.
Pelebaran defisit dipicu oleh turunnya surplus neraca barang serta meningkatnya defisit neraca jasa dan pendapatan primer, meski neraca pendapatan sekunder mencatat surplus lebih tinggi.
Baca Juga: Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini 13 Februari 2026, Cek Support-Resistance dan Saham Pilihan Analis Pada pekan ini, pelaku pasar juga akan mencermati rilis data Money Supply M2 (23/2/2026), kelanjutan musim laporan keuangan kuartal IV/2025, serta potensi aksi korporasi pembagian dividen tahun buku 2025.
Adapun saham yang direkomendasikan Phintraco Sekuritas antara lain MYOR, ELSA, AKRA, SMGR, PYFA, dan SMBR.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Redaksi tidak bertanggung jawab atas segala keuntungan maupun kerugian yang timbul dari keputusan investasi.