digtara.com -Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diprediksi bergerak fluktuatif dan cenderung ditutup melemah pada perdagangan hari ini, Senin 23 Februari 2026. Sejumlah sentimen global, terutama dari Amerika Serikat, memengaruhi pergerakan kurs pada awal pekan.
Rupiah Ditutup Menguat Tipis, Indeks Dolar MelemahBerdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup menguat 0,04 persen ke posisi Rp16.888 per dolar AS pada Jumat (20/2/2026).
Sementara itu, indeks dolar AS berada di level 97,7 poin pada Minggu (22/2/2026), atau turun tipis 0,01 persen.
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 19 Februari 2026 Diproyeksi Melemah ke Rp16.920 per Dolar AS Meski demikian, tekanan terhadap
dolar AS masih berlanjut di pasar global pada awal pekan ini.
Sentimen Tarif Donald Trump Tekan Dolar AS
Mengutip laporan Bloomberg, dolar AS diperdagangkan dalam tekanan pada Senin pagi seiring meningkatnya ketidakpastian kebijakan perdagangan Amerika Serikat.
Presiden AS Donald Trump mengecam Mahkamah Agung Amerika Serikat yang membatalkan penggunaan kekuasaan daruratnya untuk memberlakukan tarif resiprokal.
Trump menyatakan akan menaikkan tarif global dari 10 persen menjadi 15 persen guna mempertahankan kebijakan perdagangan protektif. Pernyataan tersebut memicu gejolak ekonomi baru setelah putusan Mahkamah Agung.
Ketegangan perdagangan juga meluas ke kawasan lain. Kepala perdagangan Eropa mengusulkan penghentian ratifikasi kesepakatan dengan AS, sementara India menunda pembicaraan untuk menyelesaikan kesepakatan perdagangan sementara.
Baca Juga: Kurs Rupiah vs Dolar AS 18 Februari 2026: Prediksi Rp16.830-16.860, Faktor Inflasi AS Tekan Nick Twidale, Kepala Analis Pasar di AT Global Markets, menilai ketidakpastian kebijakan Trump menjadi faktor utama yang membayangi pasar.
Menurutnya, meningkatnya tanda tanya atas langkah kebijakan berikutnya dari Trump lebih dominan dibandingkan potensi sentimen positif dari penurunan tarif maupun peluang pengembalian dana.
Proyeksi Kurs Rupiah Hari Ini
Secara terpisah, Direktur Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah akan bergerak fluktuatif dan cenderung melemah pada kisaran Rp16.880 hingga Rp16.910 per
dolar AS hari ini.
Dengan dinamika global yang masih tinggi, pelaku pasar disarankan mencermati perkembangan kebijakan perdagangan AS serta pergerakan indeks dolar sebagai penentu arah rupiah dalam jangka pendek.
Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini akan sangat dipengaruhi oleh sentimen eksternal, khususnya kebijakan tarif dan respons negara mitra dagang Amerika Serikat.
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini 13 Februari 2026, Diproyeksi Melemah ke Rp16.850