digtara.com - Berdasarkan model makro global dan ekspektasi analis versi Trading Economics, rupiah diperkirakan berada di level Rp16.831,67 per dolar AS pada akhir kuartal ini. Dalam 12 bulan ke depan, rupiah diproyeksikan bergerak ke kisaran Rp16.567,90 per dolar AS.
Dalam satu bulan terakhir, nilai tukar rupiah tercatat melemah 0,47 persen. Secara tahunan, rupiah terdepresiasi sekitar 3,06 persen terhadap dolar AS.
Proyeksi Rupiah Akhir Kuartal dan 12 Bulan ke Depan
Namun demikian, Bank Indonesia juga mengisyaratkan adanya ruang pelonggaran lanjutan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, setelah sebelumnya memangkas suku bunga sebesar 150 basis poin sejak September 2024.
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini 25 Februari 2026 Diproyeksi Melemah, Tertekan Sentimen Global dan APBN Dalam laporan Trading Economics disebutkan bahwa otoritas moneter menilai rupiah masih berada dalam kondisi undervalued dan siap melakukan intervensi jika diperlukan. Langkah tersebut didukung oleh cadangan devisa yang dinilai memadai.
Dari sisi moneter, Bank Indonesia menegaskan komitmennya menjaga inflasi tetap dalam kisaran target APBN sekaligus memprioritaskan stabilitas rupiah melalui kebijakan likuiditas yang pro-pasar.
Komitmen Bank Indonesia Jaga Stabilitas Rupiah
Ketidakpastian arah kebijakan tarif ini menjadi salah satu faktor yang memengaruhi volatilitas nilai tukar rupiah dalam jangka pendek.
Pelaku pasar domestik berharap perjanjian dagang antara AS dan Indonesia yang telah ditandatangani dapat dibatalkan, mengingat tarif 19 persen dinilai lebih tinggi dibanding wacana tarif global 15 persen.
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini 24 Februari 2026, Bergerak di Rentang Rp16.750–Rp16.900 Sebelumnya, Indonesia dan Amerika Serikat telah menyepakati penurunan tarif bea masuk atas produk Indonesia dari 32 persen menjadi 19 persen. Namun, setelah putusan Mahkamah Agung, Presiden Trump menyatakan akan memberlakukan tarif global baru sebesar 15 persen.
Pasar menyoroti langkah Presiden Prabowo Subianto yang menginstruksikan jajaran pemerintah untuk mengkaji implikasi putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat yang menolak kebijakan tarif Presiden Donald Trump.
Sentimen Tarif AS dan Dampaknya ke Rupiah
Pergerakan nilai tukar rupiah dipengaruhi kombinasi sentimen global dan domestik, terutama terkait dinamika kebijakan perdagangan Amerika Serikat dan respons pemerintah Indonesia.
Mengutip data Bloomberg, rupiah terapresiasi 0,17 persen atau naik 29 poin ke level Rp16.800 per dolar AS. Pada perdagangan sebelumnya, rupiah ditutup melemah 27 poin ke Rp16.829 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS tercatat melemah 0,13 persen ke posisi 97,71.
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini Senin 23 Februari 2026 Diprediksi Melemah, Ini Sentimennya
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali menguat pada penutupan perdagangan Rabu, 25 Februari 2026, setelah sempat melemah pada sesi sebelumnya.