digtara.com -Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada Senin, 9 Maret 2026 diperkirakan bergerak fluktuatif namun cenderung melemah.
Rupiah diproyeksikan berada di rentang Rp16.920 hingga Rp17.010 per
dolar AS seiring meningkatnya tekanan dari faktor domestik maupun global.
Berdasarkan data Bloomberg pada perdagangan Jumat (6/3/2026), rupiah tercatat melemah 20 poin atau sekitar 0,12 persen ke posisi Rp16.925 per dolar AS.
Di sisi lain, indeks dolar AS juga mengalami pelemahan sebesar 0,31 persen dan berada di level 99,01.
Baca Juga: Rupiah Diprediksi Melemah Hari Ini 6 Maret 2026, Tensi Timur Tengah Tekan Nilai Tukar Pergerakan Mata Uang AsiaSejumlah mata uang di kawasan Asia juga menunjukkan pergerakan yang bervariasi terhadap dolar AS.
Yen Jepang tercatat terapresiasi sekitar 0,04 persen, diikuti oleh Won Korea Selatan yang menguat 0,76 persen.
Sebaliknya, Rupee India dan Ringgit Malaysia masing-masing melemah sebesar 0,09 persen dan 0,08 persen terhadap
dolar AS.
Fitch Turunkan Prospek Indonesia
Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pelemahan rupiah juga dipengaruhi oleh faktor internal.
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 5 Maret 2026 Menguat Tipis, Analis Prediksi Masih Fluktuatif Salah satunya adalah keputusan Fitch Ratings yang menurunkan prospek ekonomi Indonesia dari stabil menjadi negatif.
Menurut Ibrahim, salah satu pertimbangan lembaga pemeringkat tersebut adalah rendahnya rasio pajak Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB).
Dalam satu dekade terakhir, tax ratio Indonesia berada di kisaran 9 persen hingga 10 persen terhadap PDB. Bahkan, angkanya cenderung menurun dari 10,08 persen pada 2024 menjadi 9,31 persen pada 2025.
Selain itu, tingginya belanja sosial pemerintah juga menjadi perhatian, terutama program Makan Bergizi Gratis yang diperkirakan menelan anggaran sekitar 1,3 persen dari PDB pada periode 2025 hingga 2029.
Ketegangan Timur Tengah
Dari sisi eksternal, pasar juga mencermati eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS 4 Maret 2026, Berpotensi Melemah ke Rp16.910
Ketegangan tersebut mendorong kenaikan harga minyak mentah global yang berpotensi memicu tekanan inflasi di berbagai negara.
Menurut Ibrahim, kenaikan harga energi dapat membuat bank sentral di berbagai negara lebih berhati-hati dalam mengambil kebijakan penurunan suku bunga.
Untuk perdagangan sepanjang pekan ini, rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp16.850 hingga Rp17.010 per dolar AS dengan volatilitas yang cukup tinggi mengikuti perkembangan ekonomi global.