digtara.com -Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Jumat, 27 Maret 2026, diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah di kisaran Rp16.900 hingga Rp16.940 per dolar AS.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup menguat tipis sebesar 7 basis poin atau 0,04% ke level Rp16.904 per
dolar AS pada perdagangan Kamis (26/3/2026).
Sementara itu, indeks dolar AS justru mengalami penguatan sebesar 0,09% ke posisi 99,70, yang menjadi salah satu faktor penahan penguatan rupiah.
Pergerakan Mata Uang Asia
Baca Juga: Kurs Rupiah Hari Ini 26 Maret 2026 Berpotensi Melemah ke Rp16.950, Tertekan Sentimen Global Di tengah penguatan rupiah, mayoritas mata uang Asia justru mengalami tekanan terhadap
dolar AS, antara lain:
Yen Jepang melemah 0,04%Dolar Hong Kong turun 0,13%Dolar Singapura melemah 0,17%Won Korea turun 0,26%Peso Filipina melemah 0,25%Rupee India turun 0,11%Ringgit Malaysia melemah 0,74%Baht Thailand turun 0,31%Yuan China melemah 0,03%
Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap mata uang regional masih cukup kuat.
Sentimen Global Masih Dominan
Analis dari Traze Andalan Futures, Ibrahim Assaibi, menjelaskan bahwa penguatan dolar AS dipengaruhi oleh harapan meredanya konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Baca Juga: Kurs Dollar Hari Ini 19 Maret 2026 Tembus Rp17.046, Rupiah Tertekan atau Sekadar Guncangan Pasar? Meski Iran disebut mempertimbangkan proposal perdamaian, ketidakpastian masih tinggi karena belum adanya negosiasi langsung. Kondisi ini membuat pasar global, terutama sektor energi, menjadi sangat fluktuatif.
Harga minyak dunia bahkan sempat melonjak di atas US$119 per barel. Selain itu, jalur strategis seperti Selat Hormuz masih menjadi perhatian karena berpotensi mengganggu pasokan global.
Faktor Domestik Masih Stabil
Dari dalam negeri, sentimen relatif lebih stabil. Pemerintah disebut belum memiliki rencana untuk menaikkan harga BBM subsidi karena kondisi APBN dinilai masih mampu menahan tekanan kenaikan harga minyak.
Harga minyak mentah Indonesia (ICP) yang berada di kisaran US$74 per barel masih dianggap dalam batas aman, meskipun sedikit di atas asumsi awal APBN.
Pengalaman menghadapi krisis sebelumnya juga menunjukkan ketahanan ekonomi Indonesia yang cukup kuat tanpa harus menaikkan harga BBM subsidi secara langsung.
Baca Juga: Kurs Rupiah Hari Ini 16 Maret 2026 Diprediksi Melemah ke Rp17.020 per Dolar AS Proyeksi Pergerakan Rupiah
Dengan kombinasi sentimen global dan domestik tersebut, rupiah diperkirakan akan bergerak terbatas dengan volatilitas yang tetap tinggi.
Potensi pelemahan masih terbuka, terutama jika tekanan eksternal meningkat. Namun, stabilitas dari faktor domestik dapat menjadi penahan agar pelemahan tidak terlalu dalam.
Kurs rupiah hari ini, 27 Maret 2026, diproyeksikan bergerak fluktuatif di kisaran Rp16.900–Rp16.940 per
dolar AS. Sentimen global seperti konflik geopolitik dan harga minyak masih menjadi faktor utama, sementara kondisi domestik memberikan penopang stabilitas.
Baca Juga: Kurs Dollar Hari Ini 14 Maret 2026: Rupiah Tertekan, USD Mendekati Rp17.000