digtara.com -Pergerakan IHSG pada Jumat, 27 Maret 2026, dibayangi tekanan setelah mengalami koreksi tajam pada perdagangan sebelumnya.
Pada Kamis (26/3/2026),
IHSG ditutup melemah 1,89% ke level 7.164, dipicu aksi profit taking setelah penguatan signifikan sehari sebelumnya.
Saham Big Caps Jadi Penekan
Tekanan terhadap IHSG terutama datang dari saham-saham berkapitalisasi besar, di antaranya:
Baca Juga: Rekomendasi Saham Hari Ini 26 Maret 2026: IHSG Berpotensi Lanjut Menguat, Cermati BKSL hingga INCO ASIITLKMBMRIKetiga saham tersebut mengalami pelemahan dan menjadi kontributor utama turunnya indeks ke zona merah.
Aktivitas Transaksi Meningkat
Meski
IHSG terkoreksi, aktivitas transaksi justru menunjukkan peningkatan signifikan. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp32,35 triliun, naik dari Rp25,92 triliun pada hari sebelumnya.
Dari total saham yang diperdagangkan:
Baca Juga: IHSG Hari Ini 16 Maret 2026 Berpotensi Koreksi, Simak Rekomendasi Saham ADMR, PTRO, TAPG 292 saham menguat380 saham melemah148 saham stagnanData ini menunjukkan tekanan jual masih mendominasi pasar.
Pergerakan Indeks Lain
Selain IHSG, sejumlah indeks utama juga mengalami pelemahan:
Indeks LQ45 turun 2,0% ke level 732IDX30 melemah 2,1%IDX80 turun 2,1%IDXHIDIV20 terkoreksi 2,3%Namun, ETF Indonesia di pasar global yaitu EIDO justru menguat 4,7% ke level 15,99.
Baca Juga: IHSG Diproyeksi Melemah 12 Maret 2026, Analis Rekomendasikan Saham BMRI, UNVR hingga BSDE Sentimen Global Tekan Pasar
Tim riset Sinarmas Sekuritas menyebut pelaku pasar masih mencermati perkembangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.
Meski terdapat sinyal negosiasi damai dengan proposal yang telah diajukan, ketidakpastian tetap tinggi karena Iran belum menunjukkan kesiapan untuk melakukan pembicaraan langsung.
Sentimen ini turut menekan bursa
saham regional Asia:
Indeks Hang Seng turun 1,89%Shanghai Composite melemah 1,09%Nikkei 225 turun 0,27%Proyeksi IHSG Hari Ini
Baca Juga: IHSG Hari Ini 11 Maret 2026 Menguat ke 7.440, Ini Rekomendasi Saham LSIP, BBCA hingga ASII Dengan kondisi tersebut,
IHSG hari ini diperkirakan masih bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah, seiring tekanan eksternal yang belum mereda.
Namun, peluang teknikal tetap terbuka, terutama jika terjadi rebound setelah aksi jual besar.
Investor disarankan untuk lebih selektif dalam memilih saham dan memanfaatkan momentum koreksi untuk strategi buy on weakness.
IHSG pada 27 Maret 2026 masih berada dalam tekanan setelah koreksi tajam ke level 7.164. Sentimen global dan aksi profit taking menjadi faktor utama.
Meski demikian, peluang tetap ada bagi investor yang mampu membaca momentum pasar dengan cermat.
Disclaimer: Informasi ini bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham. Seluruh keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.
Baca Juga: IHSG Hari Ini 10 Maret 2026 Berpotensi Koreksi, Ini Rekomendasi Saham ADRO, BBRI, BKSL, dan ENRG