digtara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup di zona hijau pada perdagangan Rabu (1/4/2026), didorong oleh penguatan saham-saham berkapitalisasi besar (big caps).
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia,
IHSG menguat 1,93% ke level 7.149,25. Sepanjang sesi, indeks bergerak fluktuatif di rentang 7.136,25 hingga 7.207,17.
Nilai transaksi tercatat mencapai Rp16,44 triliun dengan volume 29,99 miliar saham dan frekuensi transaksi sekitar 1,98 juta kali.
Saham Big Caps Jadi Penggerak
Baca Juga: Rekomendasi Saham dan IHSG Hari Ini 31 Maret 2026, BBCA hingga MDKA Melemah Penguatan
IHSG ditopang oleh sejumlah
saham unggulan, di antaranya:
PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) naik 10,19% ke Rp238PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) menguat 7,83% ke Rp1.170PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) melonjak 7,48% ke Rp5.750PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) naik 6,96% ke Rp1.460PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) menguat 6,37% ke Rp3.340PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) naik 6% ke Rp3.710Namun, penguatan indeks tertahan oleh koreksi sejumlah saham energi, seperti:
PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) turun 7,67%PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) melemah 6,56%PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) turun 6,29%PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) terkoreksi 5,76%Sentimen Global: Harapan Redanya Konflik
Tim riset Phintraco Sekuritas menyebut penguatan
IHSG dipengaruhi sentimen global, khususnya harapan deeskalasi konflik di Timur Tengah.
Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang membuka peluang mengakhiri konflik dengan Iran menjadi katalis positif bagi pasar.
Di sisi lain, pemerintah Iran juga menyatakan kesiapan untuk mengakhiri perang dengan syarat tertentu. Sentimen ini turut menekan harga minyak mentah, yang berdampak positif bagi pasar saham.
Baca Juga: Rekomendasi Saham dan Prediksi IHSG Hari Ini 30 Maret 2026, Waspada Koreksi ke Level 6.700 Sentimen Domestik: Inflasi Maret 2026
Dari dalam negeri, data inflasi Maret 2026 tercatat sebesar 3,48% secara tahunan (year-on-year), dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) berada di level 110,95.
Kenaikan inflasi terutama dipicu oleh:
Perawatan pribadi dan jasa lainnya (15,32%)Perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga (7,24%)Makanan, minuman, dan tembakau (3,34%)Sementara itu, beberapa sektor lain juga turut menyumbang inflasi, seperti kesehatan, restoran, pendidikan, hingga transportasi. Adapun tekanan inflasi sedikit tertahan oleh penurunan pada sektor informasi, komunikasi, dan jasa keuangan.
Proyeksi IHSG
Dengan kombinasi sentimen global dan domestik, IHSG berpotensi melanjutkan penguatan terbatas, namun tetap perlu mewaspadai volatilitas pasar akibat dinamika geopolitik dan harga komoditas.
Baca Juga: Rekomendasi Saham Hari Ini 27 Maret 2026: IHSG Melemah ke 7.164, Cermati Peluang di Tengah Tekanan Global