digtara.com -Nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS diprediksi bergerak fluktuatif pada perdagangan Senin, 6 April 2026.
Namun, rupiah berpotensi ditutup melemah di kisaran Rp17.000 hingga Rp17.040 per dolar AS.
Rupiah Melemah di Akhir Pekan
Pada perdagangan sebelumnya, Kamis, 2 April 2026, rupiah tercatat melemah sebesar 25 poin atau 0,15 persen ke level Rp17.008 per dolar AS.
Baca Juga: Prediksi Pergerakan Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, 2 April 2026 Diproyeksi Melemah Di sisi lain, indeks dolar AS mengalami penguatan sebesar 0,49 persen dan mencapai level 100,13.
Penguatan Dolar Dipicu Faktor Global
Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menyebut penguatan dolar dipengaruhi pernyataan Donald Trump terkait kebijakan militer Amerika Serikat terhadap Iran.
Pernyataan tersebut dinilai menjadi sinyal ketegangan geopolitik yang mendorong penguatan dolar AS di pasar global.
Tekanan dari Dalam Negeri
Dari dalam negeri, pasar juga mencermati potensi pelebaran defisit APBN 2026.
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 31 Maret 2026 Melemah, Berpotensi Tembus Rp17.100 per Dolar AS Pemerintah memperkirakan defisit bisa mencapai 2,9 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), naik dari target awal 2,68 persen.
Kenaikan ini dipicu oleh potensi harga minyak mentah Indonesia yang dapat bertahan di level 100 dolar AS per barel.
Dampak Harga Minyak terhadap Defisit
Ibrahim menjelaskan bahwa setiap kenaikan harga minyak sebesar 1 dolar AS per barel dapat menambah beban defisit hingga Rp6 triliun.
Pemerintah bahkan memproyeksikan tambahan subsidi energi hingga Rp100 triliun guna menjaga harga bahan bakar minyak tetap stabil di dalam negeri.
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 30 Maret 2026 Diproyeksi Melemah, Bisa Tembus Rp17.100 per Dolar AS
Strategi Pemerintah Antisipasi DefisitUntuk mengantisipasi tekanan tersebut, pemerintah akan melakukan sejumlah langkah penghematan.
Beberapa di antaranya meliputi efisiensi belanja kementerian dan lembaga, serta pemanfaatan saldo anggaran lebih untuk menutup defisit.
Proyeksi Pergerakan RupiahPada perdagangan hari ini, rupiah diperkirakan masih bergerak fluktuatif seiring sentimen global dan domestik.
Meski demikian, mata uang rupiah cenderung ditutup melemah di rentang Rp17.000 hingga Rp17.040 per dolar AS.
Baca Juga: Kurs Rupiah Hari Ini 27 Maret 2026 Bergerak Fluktuatif, Berpotensi Melemah ke Rp16.940 Pergerakan rupiah pada 6 April 2026 dipengaruhi oleh kombinasi faktor global dan domestik.
Penguatan dolar AS serta tekanan dari potensi defisit anggaran menjadi faktor utama yang menahan penguatan rupiah dalam jangka pendek.