digtara.com -Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan hari ini, Selasa, 7 April 2026, diproyeksikan masih berada dalam tekanan. Mata uang Garuda diperkirakan bergerak di kisaran Rp17.000 hingga Rp17.100 per dolar AS.
Tekanan terhadap rupiah dipengaruhi oleh kombinasi sentimen domestik dan global yang masih membayangi pergerakan pasar keuangan.
Pergerakan Rupiah Masih Tertekan
Pada perdagangan sebelumnya, Senin, 6 April 2026, rupiah ditutup melemah 55 poin atau sekitar 0,32 persen ke level Rp17.035 per dolar AS.
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 6 April 2026 Diprediksi Melemah ke Rp17.040 per Dolar AS Pelemahan ini terjadi meskipun indeks
dolar AS justru mengalami koreksi sebesar 0,19 persen ke posisi 99,84, berdasarkan data Doo Financial Futures.
Menariknya, saat rupiah melemah, mayoritas mata uang Asia justru menguat terhadap dolar AS. Yen Jepang naik 0,18 persen, dolar Singapura menguat 0,20 persen, dan won Korea naik signifikan sebesar 0,68 persen.
Selain itu, peso Filipina terapresiasi 0,35 persen, ringgit Malaysia naik 0,05 persen, rupee India menguat 0,16 persen, yuan China bertambah 0,05 persen, dan baht Thailand menguat 0,65 persen.
Sentimen Domestik Jadi Faktor Utama
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa tekanan terhadap rupiah saat ini lebih dipengaruhi oleh faktor domestik.
Salah satu kekhawatiran utama pasar adalah potensi pelebaran defisit anggaran Indonesia. Risiko ini meningkat seiring lonjakan harga minyak mentah global.
Baca Juga: Prediksi Pergerakan Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, 2 April 2026 Diproyeksi Melemah Di sisi lain, kebijakan pemerintah yang masih menahan harga bahan bakar minyak dinilai berpotensi menambah beban subsidi energi, sehingga dapat memperbesar tekanan terhadap fiskal negara.
"Sentimen domestik masih negatif, terutama oleh kekhawatiran defisit fiskal yang bisa semakin diperparah oleh harga minyak yang tinggi, sementara pemerintah masih mempertahankan harga BBM," ujar Lukman.
Faktor Global dan Geopolitik Pengaruhi Pasar
Selain faktor domestik, sentimen global juga turut memengaruhi pergerakan rupiah. Pelaku pasar saat ini mencermati potensi eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah.
Kekhawatiran terhadap kemungkinan serangan besar-besaran Amerika Serikat terhadap Iran menjadi salah satu faktor yang membuat investor cenderung berhati-hati.
Dalam kondisi tersebut, investor biasanya mengambil langkah risk-off dan beralih ke aset safe haven seperti dolar AS.
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 31 Maret 2026 Melemah, Berpotensi Tembus Rp17.100 per Dolar AS
"Investor mengantisipasi ancaman penyerangan besar-besaran AS ke Iran. Hal ini akan memperburuk sentimen pasar," kata Lukman.
Proyeksi Nilai Tukar Rupiah Hari Ini
Dengan berbagai sentimen yang ada, rupiah diperkirakan masih akan bergerak dalam tekanan sepanjang perdagangan hari ini.
Tanpa adanya intervensi signifikan dari Bank Indonesia, nilai tukar rupiah berpotensi berada di kisaran Rp17.000 hingga Rp17.100 per dolar AS.
Pelaku pasar diimbau untuk tetap mencermati perkembangan ekonomi domestik serta dinamika global yang dapat memengaruhi pergerakan rupiah dalam jangka pendek.
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 6 April 2026 Diprediksi Melemah ke Rp17.040 per Dolar AS