digtara.com -Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan hari ini, Rabu, 8 April 2026, diperkirakan masih bergerak dalam tekanan. Rupiah diproyeksikan berada di kisaran Rp17.050 hingga Rp17.200 per dolar AS.
Tekanan terhadap mata uang Garuda dipengaruhi oleh kombinasi sentimen global dan domestik yang masih membayangi pergerakan pasar keuangan.
Rupiah Ditutup Melemah di Perdagangan Sebelumnya
Baca Juga: Prediksi Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 7 April 2026 Diprediksi Melemah, Bergerak di Rp17.000–Rp17.100 per Dolar AS Berdasarkan data Doo Financial Futures, rupiah pada perdagangan Selasa, 7 April 2026, ditutup melemah sebesar 70 poin atau sekitar 0,41 persen ke level Rp17.105 per
dolar AS.
Di sisi lain, indeks dolar AS justru tercatat melemah tipis sebesar 0,07 persen ke posisi 99,90.
Pergerakan ini menunjukkan tekanan terhadap rupiah tetap terjadi meskipun dolar AS tidak mengalami penguatan signifikan.
Perbandingan dengan Mata Uang Asia
Selain rupiah, beberapa mata uang Asia juga mengalami pelemahan, seperti peso Filipina yang terdepresiasi sebesar 0,46 persen dan ringgit Malaysia turun 0,10 persen.
Namun, mayoritas mata uang Asia lainnya justru mencatatkan penguatan terhadap dolar AS. Dolar Singapura menguat 0,07 persen, won Korea naik 0,60 persen, dan rupee India menguat 0,15 persen.
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 6 April 2026 Diprediksi Melemah ke Rp17.040 per Dolar AS Baht Thailand juga menguat 0,06 persen, yuan China naik 0,31 persen, serta dolar Hong Kong menguat tipis 0,01 persen.
Sentimen Global dan Geopolitik Tekan Rupiah
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan ketidakpastian global, terutama terkait konflik geopolitik, membuat pelaku pasar cenderung berhati-hati.
Kondisi ini mendorong investor untuk mengurangi risiko pada aset negara berkembang, termasuk rupiah.
"Pasar saat ini terpecah. Ada yang optimistis konflik mereda, tetapi ada juga yang bersiap menghadapi skenario terburuk," ujarnya.
Kekhawatiran terhadap potensi eskalasi konflik di Timur Tengah, termasuk kemungkinan aksi militer Amerika Serikat, menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi sentimen pasar.
Baca Juga: Prediksi Pergerakan Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, 2 April 2026 Diproyeksi Melemah
Harga Minyak dan Defisit Anggaran Jadi Sorotan
Selain faktor geopolitik, kenaikan harga minyak mentah dunia juga memberikan tekanan tambahan terhadap rupiah.
Lonjakan harga energi dinilai berpotensi meningkatkan beban subsidi pemerintah, terutama karena harga bahan bakar minyak domestik belum disesuaikan.
Hal ini memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi pelebaran defisit anggaran yang bisa melampaui batas 3 persen dari produk domestik bruto.
Baca Juga: Prediksi Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 7 April 2026 Diprediksi Melemah, Bergerak di Rp17.000–Rp17.100 per Dolar AS Meski terdapat upaya pengurangan belanja di beberapa sektor, tekanan fiskal tetap menjadi perhatian investor.
Menanti Data Cadangan Devisa Indonesia
Dalam jangka pendek, pergerakan rupiah diperkirakan akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan global, khususnya dinamika geopolitik dalam beberapa hari ke depan.
Selain itu, pelaku pasar juga menantikan rilis data cadangan devisa Indonesia yang menjadi indikator penting dalam menilai ketahanan ekonomi eksternal.
Penurunan cadangan devisa selama tiga bulan berturut-turut sebelumnya menjadi perhatian serius bagi investor.
Dengan berbagai sentimen tersebut, rupiah diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan dalam perdagangan hari ini.
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 6 April 2026 Diprediksi Melemah ke Rp17.040 per Dolar AS