digtara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diproyeksikan bergerak fluktuatif namun berisiko ditutup melemah di kisaran Rp17.160–Rp17.200 pada perdagangan Selasa (21/4/2026).
Berdasarkan data TradingView, rupiah sebelumnya ditutup menguat tipis 0,11% ke level Rp17.165 per
dolar AS pada Senin (20/4/2026). Di saat yang sama, indeks
dolar AS justru naik 0,19% ke posisi 98,28—menunjukkan tekanan eksternal masih cukup kuat.
Geopolitik Timur Tengah Jadi Pemicu Utama
Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi menilai pergerakan rupiah saat ini sangat dipengaruhi oleh eskalasi konflik di Timur Tengah.
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah 20 April 2026 Diprediksi Melemah, Sentuh Rp17.250 per Dolar AS Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah kedua pihak saling menuduh melanggar gencatan senjata.
Situasi diperparah dengan:
Penangkapan kapal Iran oleh militer ASAncaman serangan lanjutan dari Presiden Donald TrumpPenutupan kembali Selat HormuzSelat Hormuz sendiri merupakan jalur vital yang menangani sekitar 20% pasokan minyak dunia, sehingga gangguan di wilayah ini langsung mengguncang pasar global.
Harga Minyak Melonjak, Inflasi Mengintai
Dampak langsung dari konflik tersebut adalah lonjakan harga minyak hingga 7% pada awal pekan.
Baca Juga: Rupiah Hari Ini 17 April 2026 Diprediksi Melemah Tipis, Bergerak di Kisaran Rp17.100–Rp17.200 per Dolar AS Kenaikan ini memicu kekhawatiran:
Lonjakan inflasi globalTekanan pada biaya energiPenurunan daya beliKondisi ini juga memberi tekanan tambahan pada mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Peringatan IMF: Risiko Fiskal Meningkat
Dari sisi domestik, International Monetary Fund (IMF) mengingatkan pemerintah untuk berhati-hati dalam mengelola anggaran negara.
IMF menilai:
Baca Juga: Rupiah Hari Ini 16 April 2026 Diprediksi Melemah, Tertekan Outflow dan Sentimen Domestik
Risiko resesi global meningkatRuang fiskal semakin sempitKebijakan subsidi berpotensi membebani anggaranSelain itu, ketidakpastian akibat konflik berkepanjangan dinilai dapat memicu krisis energi jika tidak segera ditemukan solusi jangka panjang.
Proyeksi Rupiah Hari Ini
Dengan kombinasi sentimen global dan domestik tersebut, rupiah diperkirakan:
Bergerak fluktuatifCenderung melemahBerada di rentang Rp17.160 – Rp17.200 per
dolar ASTekanan terhadap rupiah saat ini bukan hanya berasal dari penguatan
dolar AS, tetapi juga dari:
Konflik geopolitik Timur TengahLonjakan harga energiKekhawatiran kebijakan fiskalSelama ketidakpastian global masih tinggi, pergerakan rupiah diprediksi tetap rentan dan sulit untuk menguat secara signifikan dalam jangka pendek.
Baca Juga: Rupiah 15 April 2026 Diprediksi Melemah ke Rp17.200 per Dolar AS, Tertekan Sentimen Global