digtara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan tren koreksi pada perdagangan Selasa (21/4/2026), setelah ditutup di zona merah pada sesi sebelumnya.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia,
IHSG ditutup melemah 0,52% atau 39,89 poin ke level 7.594,11 pada Senin (20/4/2026). Sepanjang hari, indeks sempat bergerak di rentang 7.663,39 hingga 7.692,14.
Proyeksi IHSG: Uji Support Lebih Dalam
Baca Juga: IHSG Diprediksi Koreksi 21 April 2026, Rekomendasi Saham AUTO hingga BBRI Tim analis
MNC Sekuritas menilai posisi
IHSG saat ini berada di fase rawan koreksi lanjutan.
Secara teknikal:
IHSG diperkirakan berada di akhir wave [iv] atau wave [a] dari wave BArea koreksi terdekat di 7.245–7.527Support: 7.488 dan 7.351Resistance: 7.700 dan 7.861Artinya, indeks masih berpotensi melemah untuk menutup gap yang terbentuk sebelumnya.
Saham Rekomendasi Hari Ini
Di tengah potensi koreksi, analis merekomendasikan strategi buy on weakness pada beberapa saham berikut:
Baca Juga: IHSG Hari Ini 17 April 2026 Diprediksi Konsolidasi, Cek Rekomendasi Saham BBKP, BRMS, CPIN, PSAB
MBMAPTBATAPGVKTRSaham-saham ini dinilai masih memiliki peluang teknikal untuk rebound setelah koreksi.
Pergerakan Saham: Big Caps Campuran
Tekanan IHSG terutama datang dari saham-saham besar, seperti:
Baca Juga: IHSG Hari Ini 16 April 2026 Berpotensi Konsolidasi, Ini Rekomendasi Saham ANTM, HRUM, NCKL, dan PGAS UNVR turun 2,41%TPIA turun 2,02%PANI turun 1,96%Sementara itu, beberapa
saham masih menguat:
BBCA naik 0,78%BBRI naik 0,29%Top Gainers & Losers
Top gainers:
DEFI +34,97%LCKM +34,88%Top losers:
IDEA -9,38%KETR -8,11%Sentimen Global Masih Jadi Beban
Menurut analis Phintraco Sekuritas, tekanan pada IHSG dipicu meningkatnya ketidakpastian global.
Baca Juga: IHSG Hari Ini 14 April 2026 Berpeluang Menguat, Cek Rekomendasi Saham INET, JPFA, ARCI, dan DSNG
Salah satu faktor utama adalah kembali memanasnya konflik di
Timur Tengah, termasuk penutupan Selat Hormuz yang mendorong harga minyak naik di atas US$90 per barel.
Dari sisi teknikal:
Histogram MACD cenderung datarStochastic RSI berada di area overboughtIni mengindikasikan potensi pelemahan lanjutan dalam jangka pendek.
IHSG saat ini berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan melemah. Tekanan datang dari:
Sentimen global (harga minyak & geopolitik)Aksi jual pada saham big capsSinyal teknikal yang belum kuatNamun, peluang tetap ada melalui strategi selektif pada saham-saham yang sudah terkoreksi.
Baca Juga: IHSG Berpeluang Menguat Hari Ini 13 April 2026, Analis Rekomendasikan Saham AMMN, TLKM hingga PTRO
Disclaimer: Informasi ini bukan ajakan membeli atau menjual
saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan masing-masing investor.