digtara.com -Pergerakan IHSG pada perdagangan Kamis, 23 April 2026 diperkirakan memiliki peluang menguat terbatas meskipun masih dibayangi risiko koreksi jangka pendek.
Berdasarkan data dari
IDX Mobile,
IHSG ditutup melemah 0,24 persen atau 17,77 poin ke level 7.541 pada Rabu (22/4/2026). Meski indeks turun, mayoritas
saham justru berada di zona hijau.
Tercatat sebanyak 459 saham menguat, 251 saham melemah, dan 249 saham stagnan. Kondisi ini mencerminkan adanya rotasi sektor di tengah tekanan pada saham-saham berkapitalisasi besar.
Tekanan dari Saham Big Caps dan Sentimen MSCI
Baca Juga: IHSG Berpotensi Lanjut Koreksi 22 April 2026, Ini Rekomendasi Saham BRPT, CDIA hingga RATU Pelemahan
IHSG tidak terlepas dari koreksi sejumlah
saham big caps, seperti BBCA, BBRI, TPIA, BREN, serta DSSA.
Dua saham terakhir, yakni BREN dan DSSA, mengalami tekanan cukup dalam seiring potensi dikeluarkan dari indeks global MSCI, yang memicu aksi jual oleh investor.
Secara teknikal, tim analis dari MNC Sekuritas menilai posisi IHSG saat ini berada di akhir fase wave koreksi.
IHSG Rawan Koreksi, Namun Berpeluang Rebound
Analis memperkirakan IHSG masih berpotensi melanjutkan koreksi untuk menguji area 7.245 hingga 7.447, sekaligus menutup gap yang terbentuk sebelumnya.
Namun demikian, dalam jangka pendek IHSG juga memiliki peluang menguat terbatas ke kisaran 7.580 hingga 7.601.
Baca Juga: IHSG Rawan Lanjut Koreksi ke 7.245–7.527, MBMA hingga PTBA Jadi Pilihan Analis Untuk perdagangan hari ini, level support
IHSG berada di 7.488 dan 7.351, sedangkan resistance berada di 7.700 hingga 7.861.
Rekomendasi Saham Hari Ini
Dalam kondisi pasar yang masih fluktuatif, analis merekomendasikan strategi buy on weakness pada beberapa saham berikut:
ACESBBYBBMRISelain itu, terdapat juga rekomendasi speculative buy untuk saham:
Baca Juga: IHSG Diprediksi Koreksi 21 April 2026, Rekomendasi Saham AUTO hingga BBRI GOTOStrategi ini dinilai tepat mengingat pergerakan
IHSG masih berada dalam fase konsolidasi dengan volatilitas yang cukup tinggi.
Prospek IHSG Jangka Pendek
Dengan kombinasi sentimen global, tekanan dari saham big caps, serta potensi rebalancing indeks global, pergerakan IHSG diperkirakan masih cenderung fluktuatif.
Investor disarankan untuk tetap selektif dalam memilih
saham dan memperhatikan level support serta resistance sebagai acuan dalam mengambil keputusan investasi.
Disclaimer: Informasi ini bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.
Baca Juga: IHSG Hari Ini 17 April 2026 Diprediksi Konsolidasi, Cek Rekomendasi Saham BBKP, BRMS, CPIN, PSAB