digtara.com -Pergerakan IHSG pada perdagangan Selasa, 28 April 2026 diperkirakan masih berada dalam tekanan. Indeks berpotensi melanjutkan koreksi menuju area 7.022 hingga 7.092.
Tim analis MNC Sekuritas menilai secara teknikal
IHSG sedang berada dalam fase lanjutan koreksi, dengan peluang menutup gap di area tersebut.
IHSG Melemah, Tekanan Jual Masih Terlihat
Pada perdagangan sebelumnya, Senin (27/4/2026), IHSG ditutup melemah 0,32 persen ke level 7.106. Pelemahan ini masih disertai tekanan jual, meskipun volume transaksi tercatat mulai menurun.
Baca Juga: IHSG Hari Ini 27 April 2026 Diprediksi Uji Level 7.000, Tertekan Sentimen Global dan Harga Energi Data dari IDX Mobile menunjukkan:
286 saham melemah423 saham menguat250 saham stagnanNilai transaksi mencapai Rp16,53 triliun
Pergerakan saham berkapitalisasi besar terpantau bervariasi, mencerminkan ketidakpastian pasar.
Level Support dan Resistance IHSG
Untuk perdagangan hari ini, analis memproyeksikan:
Baca Juga: IHSG Hari Ini 24 April 2026 Berpotensi Menguat, Simak Rekomendasi Saham Unggulan dari Analis Support: 7.022 dan 6.917Resistance: 7.313 dan 7.484Selama
IHSG belum mampu menembus resistance terdekat, potensi koreksi lanjutan masih terbuka.
Rekomendasi Saham Hari Ini
Sejumlah saham masuk radar analis untuk dicermati:
ARCIMIDIMINATINSSaham-saham tersebut dinilai memiliki peluang teknikal di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.
Sentimen Global Masih Membayangi
Baca Juga: IHSG Hari Ini 23 April 2026 Berpotensi Menguat, Ini Rekomendasi Saham ACES, BMRI hingga GOTO Menurut analis Indo Premier Sekuritas, tekanan terhadap
IHSG masih dipengaruhi faktor global, terutama konflik geopolitik di Timur Tengah.
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran berpotensi mengganggu jalur distribusi energi di Selat Hormuz, sehingga menjaga harga energi tetap tinggi.
Kondisi ini berisiko menahan penurunan inflasi global dan membatasi ruang pelonggaran kebijakan moneter.
Sentimen Domestik: Rupiah dan BBM Jadi PerhatianDari dalam negeri, pasar juga mencermati:
Baca Juga: IHSG Berpotensi Lanjut Koreksi 22 April 2026, Ini Rekomendasi Saham BRPT, CDIA hingga RATU Pelemahan nilai tukar rupiahPenyesuaian harga BBM non-subsidiPotensi kenaikan inflasi sektor transportasiSelain itu, Bank Indonesia dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) April 2026 memutuskan menahan suku bunga acuan di level 4,75 persen guna menjaga stabilitas ekonomi.
IHSG pada perdagangan 28 April 2026 masih dibayangi risiko koreksi lanjutan dengan level kunci di area 7.022. Sentimen global dan domestik menjadi faktor utama yang memengaruhi arah pergerakan indeks.
Investor disarankan mencermati level support-resistance serta selektif dalam memilih saham di tengah volatilitas pasar yang masih tinggi.
Disclaimer: Informasi ini bukan ajakan untuk membeli atau menjual
saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.