digtara.com -Nilai tukar rupiah kembali tertekan pada perdagangan Rabu (29/4/2026). Mata uang Garuda melemah signifikan di tengah kombinasi sentimen global dan domestik yang belum kondusif.
Berdasarkan data pasar spot, rupiah ditutup melemah 0,48 persen ke level Rp17.326 per dolar Amerika Serikat. Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) juga turun 0,46 persen menjadi Rp17.324 per
dolar AS, yang sekaligus menjadi level terlemah sepanjang sejarah.
Sentimen Global Tekan Rupiah
Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi mengungkapkan bahwa tekanan terhadap rupiah dipicu oleh ketidakpastian global, terutama di sektor energi.
Baca Juga: Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.300 per Dolar AS Hari Ini 29 April 2026, Tertekan Sentimen Global Salah satu faktor utama datang dari keputusan OPEC yang terdampak keluarnya Uni Emirat Arab dari kelompok produsen minyak tersebut. Kondisi ini memperbesar ketidakpastian pasokan energi global.
Di sisi lain, konflik yang melibatkan Iran juga turut memperburuk sentimen pasar, terutama terkait potensi gangguan distribusi minyak dunia.
Kombinasi faktor tersebut mendorong investor global beralih ke aset safe haven seperti dolar AS, sehingga menekan mata uang emerging markets, termasuk rupiah.
Tekanan Domestik Masih Membayangi
Selain faktor eksternal, kondisi domestik juga turut memberikan tekanan terhadap pergerakan rupiah. Pelaku pasar masih mencermati respons kebijakan pemerintah dan otoritas moneter dalam menjaga stabilitas nilai tukar.
Ketidakpastian ekonomi global yang berlanjut membuat investor cenderung berhati-hati dan mengurangi eksposur pada aset berisiko.
Baca Juga: Kurs Rupiah Hari Ini 28 April 2026 Diprediksi Melemah ke Rp17.260 per Dolar AS, Ini Penyebabnya
Prospek Rupiah Masih Fluktuatif
Dengan berbagai sentimen tersebut, pergerakan rupiah diperkirakan masih akan fluktuatif dengan kecenderungan melemah dalam jangka pendek.
Pelaku pasar kini menanti langkah lanjutan dari otoritas, termasuk intervensi pasar dan kebijakan stabilisasi untuk meredam volatilitas yang berlebihan.
Kondisi ini juga menjadi pengingat bahwa stabilitas nilai tukar sangat dipengaruhi oleh dinamika global, khususnya sektor energi dan geopolitik yang masih belum pasti.
Baca Juga: Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.300 per Dolar AS Hari Ini 29 April 2026, Tertekan Sentimen Global