digtara.com -Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup menguat signifikan pada perdagangan Selasa, 5 Mei 2026. Penguatan indeks didorong oleh lonjakan sejumlah saham berkapitalisasi besar atau big caps seperti TPIA, UNVR, dan BBRI.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia,
IHSG naik sebesar 1,22% atau 85,15 poin ke level 7.057,10. Sepanjang perdagangan, indeks dibuka di posisi 6.968,56 dan sempat menyentuh level tertinggi di 7.069,20.
Pergerakan Saham di Bursa
Pergerakan saham pada perdagangan kemarin menunjukkan dominasi penguatan. Sebanyak 342 saham menguat, 314 saham melemah, dan 163 saham stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp12.654 triliun.
Baca Juga: IHSG Ditutup Menguat ke 6.971 pada 4 Mei 2026, Saham BBNI, BREN, dan TLKM Jadi Penopang Dari kelompok
saham big caps, PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 19,70% ke level Rp6.075 per
saham. Saham PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) juga menguat 5,13% menjadi Rp1.640 per
saham.
Baca Juga: Inilah Aplikasi Trading Terbaik di Indonesia: Rekomendasi untuk Saham, Forex, dan Kripto
Selain itu,
saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) turut menopang indeks dengan kenaikan 4,55% ke Rp5.175. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) juga terapresiasi 3,62% ke level Rp3.150 per
saham.
Di sisi lain, beberapa saham big caps mengalami tekanan. Saham PT Astra International Tbk. (ASII) turun 3,29% ke Rp5.875, sementara PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) melemah 2,62% ke level Rp1.485 per saham.
Baca Juga: Rekomendasi Aplikasi Trading Terbaik di Indonesia 2026 untuk Pemula dan Profesional
Baca Juga: IHSG Hari Ini Ditutup Menguat ke 7.101, Saham BREN dan AMMN Jadi Penopang Utama Daftar Top Gainers dan Top Losers
Pada daftar top gainers, saham PT Morenzo Abadi Perkasa Tbk. (ENZO) memimpin dengan kenaikan 34,72% ke Rp97 per saham. Disusul PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) yang melonjak 24,66% ke Rp2.300 per saham.
Sementara itu,
saham dengan kinerja terburuk atau top losers ditempati oleh PT Wijaya Cahaya Timber Tbk. (FWCT) yang turun 15% ke level Rp102. Saham PT Indospring Tbk. (INDS) juga melemah 14,67% menjadi Rp448 per
saham.
Analisis Teknikal IHSG
Head of Research Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan, menyampaikan bahwa IHSG telah menunjukkan penguatan sejak sesi pertama perdagangan.
Baca Juga: IHSG Berpeluang Rebound Hari Ini 29 April 2026, Uji Level 7.270, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis Secara teknikal, histogram negatif pada MACD mulai mengecil, sementara indikator stochastic RSI membentuk golden cross di area oversold. Kondisi ini menunjukkan sinyal penguatan lanjutan dalam jangka pendek.
IHSG diperkirakan berpotensi melanjutkan penguatan dengan target di kisaran level 7.050 pada sesi berikutnya.
Penutup
Penguatan IHSG pada perdagangan 5 Mei 2026 mencerminkan sentimen positif pasar yang didorong oleh kinerja saham-saham besar. Namun, pelaku pasar tetap perlu mencermati dinamika global dan indikator teknikal untuk mengantisipasi pergerakan selanjutnya.
Disclaimer: Informasi ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Seluruh keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca.
Baca Juga: IHSG Hari Ini 28 April 2026 Berpotensi Lanjut Koreksi ke 7.022, Ini Rekomendasi Saham ARCI hingga TINS