digtara.com -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak fluktuatif dengan risiko koreksi pada perdagangan Senin, 11 Mei 2026. Meski demikian, sejumlah analis masih melihat peluang penguatan terbatas pada beberapa saham unggulan.
Sepanjang perdagangan pekan 4-8 Mei 2026,
IHSG berhasil ditutup di zona hijau dengan kenaikan 0,18 persen ke level 6.969,39. Posisi tersebut lebih tinggi dibanding pekan sebelumnya yang berada di level 6.956,80.
Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia, Kautsar Primadi Nurahmad, mengatakan kapitalisasi pasar Bursa juga meningkat sebesar 0,19 persen menjadi Rp12.406 triliun dari sebelumnya Rp12.382 triliun.
Selain itu, rata-rata volume transaksi harian tercatat melonjak 23,57 persen menjadi 45,86 miliar lembar saham dibanding pekan sebelumnya sebesar 37,11 miliar lembar.
Rata-rata nilai transaksi harian Bursa juga naik signifikan sebesar 26,14 persen menjadi Rp23,06 triliun dari Rp18,27 triliun.
MNC Sekuritas Prediksi IHSG Masih Rentan Terkoreksi
Baca Juga: Predisksi Pergerakan IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini, Jumat 8 Mei 2026
Tim riset
MNC Sekuritas memperkirakan
IHSG masih rawan mengalami tekanan koreksi pada awal pekan ini meski dalam beberapa hari terakhir sempat menguat.
Secara teknikal, posisi IHSG diperkirakan masih berada pada bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2) pada label hitam atau bagian awal wave B dari wave (2) pada label merah.
Analis menyebutkan dalam skenario terburuk, IHSG berpotensi terkoreksi menuju rentang 6.645 hingga 6.838. Sementara pada skenario terbaik, indeks diperkirakan mampu menguat untuk menguji area 7.207 hingga 7.418.
Untuk level teknikal, support IHSG diperkirakan berada di area 6.921 dan 6.838, sedangkan resistance berada pada level 7.207 dan 7.332.
Rekomendasi Saham Hari Ini
MNC Sekuritas merekomendasikan strategi buy on weakness pada beberapa
saham pilihan yang dinilai masih memiliki prospek menarik.
Berikut saham rekomendasi untuk perdagangan hari ini:
AADIBULLINCOMAPAStrategi buy on weakness biasanya dilakukan dengan membeli saham saat harga mengalami pelemahan sementara namun masih memiliki potensi kenaikan dalam jangka menengah hingga panjang.
Investor Diminta Tetap Waspada
Meski terdapat sejumlah rekomendasi saham unggulan, investor tetap diminta mencermati sentimen global maupun domestik yang dapat memengaruhi pergerakan pasar.
Baca Juga: IHSG Ditutup Menguat ke 7.057 pada 5 Mei 2026, Saham TPIA, UNVR, dan BBRI Jadi Penggerak Pergerakan nilai tukar rupiah, arah suku bunga global, serta kondisi geopolitik internasional masih menjadi faktor utama yang berpotensi memicu volatilitas di pasar
saham Indonesia.
Disclaimer: Informasi ini bukan ajakan membeli atau menjual saham. Seluruh keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.