digtara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berisiko melanjutkan pelemahan pada perdagangan Senin, 18 Mei 2026. Sejumlah analis pasar modal pun memberikan rekomendasi saham unggulan yang dinilai menarik untuk dicermati investor.
Pada penutupan perdagangan pekan lalu periode 11-13 Mei 2026,
IHSG berada di zona merah setelah turun 3,53 persen ke level 6.723,32. Pelemahan tersebut juga diikuti penurunan kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) sebesar Rp581 triliun menjadi Rp11.825 triliun.
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menyampaikan bahwa penurunan IHSG selama sepekan terjadi dari posisi sebelumnya di level 6.936,39.
"Kapitalisasi pasar Bursa juga tercatat mengalami penurunan sebesar 4,68 persen menjadi Rp11.825 triliun dari Rp12.406 triliun pada pekan sebelumnya," ujarnya.
Tim riset MNC Sekuritas memperkirakan IHSG saat ini masih berada dalam fase wave [v] dari wave A dari wave (2). Dalam skenario terburuk, IHSG dinilai rawan terkoreksi ke rentang 6.644 hingga 6.711.
Selain itu, analis juga mengingatkan investor untuk mewaspadai area gap pada level 6.538 hingga 6.585.
Baca Juga: IHSG Hari Ini 13 Mei 2026 Berisiko Lanjut Melemah, BBCA hingga ISAT Masuk Rekomendasi Analis
"Area penguatan terdekat
IHSG berada di level 6.758 hingga 6.777," tulis riset MNC Sekuritas, Senin (18/5/2026).
Untuk perdagangan hari ini, level support IHSG diperkirakan berada di area 6.682 dan 6.585. Sementara level resistance diprediksi berada pada 6.917 hingga 7.069.
Di tengah tekanan pasar tersebut, MNC Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang dinilai menarik untuk strategi buy on weakness maupun trading buy.
Berikut rekomendasi saham pilihan analis:
DEWA – buy on weaknessINDY – buy on weaknessWIFI – buy on weaknessRATU – trading buyMeski demikian, investor tetap disarankan mencermati volatilitas pasar dan mempertimbangkan manajemen risiko sebelum mengambil keputusan investasi.
Disclaimer: Artikel ini bukan ajakan membeli atau menjual
saham. Seluruh keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.