digtara.com -Pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini, Selasa (19/5/2026), diperkirakan masih berisiko melanjutkan pelemahan setelah mengalami tekanan signifikan pada sesi sebelumnya.
Berdasarkan data RTI Business,
IHSG ditutup melemah 1,85 persen atau turun 124,07 poin ke level 6.599,24 pada perdagangan Senin (18/5/2026).
Sebanyak 616 saham tercatat berada di zona merah, sedangkan hanya 125 saham yang berhasil menguat. Nilai transaksi harian mencapai Rp20,70 triliun dengan kapitalisasi pasar menyusut menjadi Rp11.562,86 triliun.
Bursa Asia Kompak Melemah
Tekanan tidak hanya terjadi di pasar saham Indonesia. Sejumlah indeks utama Asia juga bergerak melemah.
SSE Composite tercatat turun 0,09 persen, sementara Nikkei 225 terkoreksi 0,97 persen.
Baca Juga: IHSG Hari Ini Berpotensi Melemah, Analis Rekomendasikan Saham DEWA hingga INDY
Di sisi lain, Straits Times Index masih mampu menguat 0,15 persen ke level 4.996,75.
MNC Sekuritas Prediksi IHSG Masih Rawan Koreksi
Tim riset MNC Sekuritas memperkirakan IHSG saat ini masih berada dalam fase wave [v] dari wave A pada pola wave (2).
"Hal ini berarti IHSG masih akan rawan melanjutkan koreksinya untuk menguji area 6.307 hingga 6.379," tulis riset MNC Sekuritas, Selasa (19/5/2026).
Analis memperkirakan level support IHSG berada di area 6.270 dan 6.148. Sementara level resistance diproyeksikan berada pada 6.640 hingga 6.745.
Rekomendasi Saham Hari IniMNC Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang dinilai menarik untuk strategi buy on weakness pada perdagangan hari ini, yaitu:
ADMRARCIBNBRINKPInvestor disarankan tetap mencermati sentimen global dan domestik yang berpotensi memengaruhi volatilitas pasar saham dalam jangka pendek.
Disclaimer: Informasi ini bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham. Seluruh keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.
Baca Juga: IHSG Hari Ini 13 Mei 2026 Berisiko Lanjut Melemah, BBCA hingga ISAT Masuk Rekomendasi Analis