digtara.com - Sejumlah analis memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih memiliki peluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis (11/6/2026), didukung sentimen positif dari dalam dan luar negeri.
Berdasarkan data IDX Mobile,
IHSG ditutup menguat 2,71 persen atau naik 155,73 poin ke level 5.902 pada perdagangan Rabu (10/6/2026). Dari seluruh
saham yang diperdagangkan, sebanyak 600
saham menguat, 156
saham melemah, dan 203
saham bergerak stagnan.
Penguatan indeks turut ditopang oleh mayoritas saham berkapitalisasi besar. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memimpin kenaikan dengan lonjakan 9,71 persen ke level Rp5.650 per saham. Sementara itu, saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) naik 3,18 persen menjadi Rp4.220, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menguat 3,23 persen ke Rp2.880, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik 4,16 persen ke Rp4.260.
Saham-saham unggulan lainnya seperti PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Astra International Tbk (ASII), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DCII), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MORA), dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) juga mencatatkan penguatan. Di sisi lain, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menjadi satu-satunya emiten berkapitalisasi besar yang ditutup melemah, yakni turun 2,93 persen ke level Rp3.310.
Tim Riset MNC Sekuritas menilai IHSG saat ini masih berada dalam fase penguatan dan berpeluang menguji area 6.065 hingga 6.256, sekaligus mendekati level rata-rata pergerakan 20 hari (MA20).
MNC Sekuritas memperkirakan level support IHSG berada di area 5.594 dan 5.344, sedangkan level resistance berada pada 5.941 dan 6.065.
Baca Juga: IHSG Berpotensi Melemah, Analis Rekomendasikan Sejumlah Saham Pilihan
Untuk strategi perdagangan,
MNC Sekuritas merekomendasikan beberapa
saham yang dapat dicermati melalui skema buy on weakness, yaitu PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI), PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), serta PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI).
Sementara itu, tim riset Phintraco Sekuritas melihat sentimen positif berasal dari penguatan nilai tukar rupiah, penurunan harga minyak dunia, serta meningkatnya optimisme investor terhadap langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas pasar keuangan.
Dengan kombinasi sentimen tersebut, IHSG dinilai masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan dan menguji level psikologis 6.000 dalam waktu dekat.
Meski demikian, investor tetap disarankan untuk memperhatikan manajemen risiko dan perkembangan sentimen global yang berpotensi memengaruhi pergerakan pasar.
Disclaimer: Informasi ini bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham. Seluruh keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.