digtara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Senin (6/7/2026) di zona hijau dengan kenaikan 0,69% ke level 5.916,07.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), sepanjang sesi perdagangan
IHSG bergerak di kisaran 5.857,35 hingga 5.935,68.
Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 403 saham menguat, 259 saham melemah, dan 297 saham bergerak stagnan.
AKRA, BBRI, dan BUMI Pimpin PenguatanDi jajaran saham unggulan, PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) menjadi pemimpin penguatan setelah naik 3,59% ke level Rp1.300.
Posisi berikutnya ditempati PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang menguat 2,95% menjadi Rp2.790, disusul PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) yang naik 1,44% ke Rp141.
Penguatan juga terjadi pada beberapa saham lainnya, antara lain:
Baca Juga: IHSG Diprediksi Masih Rawan Koreksi pada Senin, Ini Rekomendasi Saham dari MNC Sekuritas
PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) naik 1,35% menjadi Rp1.505.
PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) menguat 1,27% ke Rp318.
PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) naik 1,24% menjadi Rp6.125.
ISAT Jadi Saham dengan Pelemahan TerbesarDi sisi lain, sejumlah saham masih berada di zona merah.
PT Indosat Tbk. (ISAT) mencatat pelemahan terdalam setelah turun 5,04% ke level Rp1.885.
Selain itu, pelemahan juga dialami oleh:
PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) turun 1,92% menjadi Rp510.
PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) melemah 1,90% ke Rp515.
PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) turun 1,73% menjadi Rp1.420.
PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) terkoreksi 1,67% ke Rp1.770.
Baca Juga: IHSG Menguat ke Level 5.744, Saham Bank Jumbo Jadi Penopang Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) melemah 1,59% menjadi Rp2.480.
IHSG Berpeluang Menguji Level 6.000Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman, mengatakan secara teknikal IHSG masih memiliki peluang melanjutkan penguatan.
Menurutnya, indeks berpotensi menembus area resistance di kisaran 5.900–5.950 sebelum menguji target berikutnya di 6.000 hingga 6.150.
"IHSG berpotensi mencoba break resistance di 5.900–5.950 dengan target kenaikan di 6.000 hingga 6.150," ujar Fanny dalam riset harian, Senin (6/7/2026).
BNI Sekuritas menempatkan area support IHSG di kisaran 5.780–5.850, sedangkan resistance berada pada rentang 5.950–6.000.
Asing Masih Catat Net SellMeski
IHSG ditutup menguat, aktivitas investor asing masih menunjukkan aksi jual bersih (net sell) sekitar Rp16,6 miliar.
Sejumlah saham yang paling banyak dilepas investor asing antara lain:
BBRI
MAPI
TPIA
Baca Juga: IHSG Menguat ke Level 5.695, Saham CUAN hingga MBMA Pimpin Penguatan EMAS
ISAT
Pelaku pasar diperkirakan masih akan mencermati pergerakan dana asing serta sentimen global untuk menentukan arah IHSG pada perdagangan berikutnya.
Disclaimer: Informasi ini bukan merupakan ajakan membeli atau menjual saham. Seluruh keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing investor.