digtara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Selasa (28/7/2026) di zona merah. Pelemahan indeks dipicu oleh koreksi sejumlah saham berkapitalisasi besar, di tengah sikap pelaku pasar yang memilih menunggu hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) terkait kebijakan suku bunga.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup turun 0,89 persen atau 55,19 poin ke level 6.130,58. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak pada rentang 6.130,58 hingga 6.199,44 setelah dibuka di posisi 6.175,19.
Aktivitas perdagangan menunjukkan 265 saham menguat, 360 saham melemah, dan 172 saham bergerak stagnan. Sementara itu, kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp10.775,76 triliun.
Saham Big Caps Menjadi Pemberat IndeksTekanan terhadap IHSG datang dari pelemahan sejumlah saham berkapitalisasi besar. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) mencatat penurunan terdalam dengan koreksi 2,92 persen ke level Rp830 per saham.
Saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk. (MORA) juga melemah 2,66 persen menjadi Rp6.400. Di sektor perbankan, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) turun 1,19 persen menjadi Rp6.225, disusul PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) yang terkoreksi 1,14 persen.
Sementara itu, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) turun 1,16 persen dan PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) melemah 0,87 persen sehingga turut menjadi pemberat pergerakan indeks.
Baca Juga: IHSG Ditutup Melemah ke 6.185,78, Saham BREN, TLKM, dan BBRI Jadi Pemberat Indeks
Sesi I Sempat TertekanPada perdagangan sesi pertama,
IHSG sempat turun tipis 0,04 persen ke level 6.183. Pelemahan tersebut dipicu oleh tekanan pada
saham-
saham berkapitalisasi besar, termasuk BREN yang turun sekitar 1,7 persen dan DSSA yang melemah sekitar 1,2 persen.
Meski demikian, penurunan indeks berhasil tertahan berkat penguatan sejumlah saham lainnya. PT Merdeka Gold Resources Tbk. (MDKA) menguat sekitar 2,4 persen, PT Astra International Tbk. (ASII) naik 2,3 persen, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) bertambah sekitar 1,5 persen.
Mayoritas Sektor dan Bursa Asia MelemahDari sisi sektoral, enam dari sebelas indeks sektor ditutup di zona merah. Pelemahan terdalam terjadi pada sektor properti dan sektor kesehatan.
Sentimen negatif juga terlihat di pasar regional. Mayoritas bursa saham utama Asia bergerak melemah seiring meningkatnya kehati-hatian investor menjelang pengumuman hasil rapat FOMC The Fed pada 28–29 Juli 2026. Bursa Seoul melalui Indeks Kospi dan Bursa Tokyo melalui Indeks Nikkei menjadi dua indeks yang mencatat koreksi paling dalam.
Pelaku pasar kini menantikan arah kebijakan suku bunga The Fed yang diperkirakan akan menjadi salah satu faktor utama penentu pergerakan pasar keuangan global dalam beberapa waktu ke depan.