digtara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona merah pada perdagangan Rabu, 29 Juli 2026. Pelemahan indeks dipicu oleh tekanan jual pada sejumlah saham berkapitalisasi besar, termasuk BUMI, MBMA, dan AMRT.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI),
IHSG ditutup turun 0,64% atau sekitar 39 poin ke level 6.091,39. Sepanjang sesi perdagangan, indeks bergerak dalam kisaran 6.029,32 hingga 6.174,41.
Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 186 saham menguat, 494 saham melemah, dan 285 saham ditutup stagnan.
Saham Pemberat IHSGTekanan terhadap IHSG terutama berasal dari pelemahan sejumlah saham yang tergabung dalam indeks LQ45.
Berikut daftar saham yang mengalami penurunan terbesar:
SahamPerubahanHarga PenutupanBUMI-3,64%Rp159MBMA-2,82%Rp482AMRT-2,61%Rp1.305ISAT-2,56%Rp1.900SCMA-2,51%Rp194MEDC-2,37%Rp1.235Pelemahan saham-saham tersebut menjadi salah satu faktor utama yang menekan pergerakan IHSG hingga akhir perdagangan.
Baca Juga: IHSG Ditutup Melemah ke Level 6.130,58, Pelaku Pasar Menanti Keputusan Suku Bunga The Fed
Saham yang Berhasil MenguatDi tengah pelemahan pasar, beberapa
saham masih mampu mencatatkan kenaikan.
Berikut saham yang ditutup di zona hijau:
SahamPerubahanHarga PenutupanMAPI+2,80%Rp1.470BRPT+2,29%Rp1.785ESSA+1,65%Rp615AKRA+1,38%Rp1.465CPIN+0,96%Rp3.160ITMG+0,93%Rp24.450Kenaikan saham-saham tersebut membantu menahan penurunan IHSG agar tidak lebih dalam.
IHSG Masih Berada dalam Tren KonsolidasiPelemahan pada perdagangan Rabu melanjutkan koreksi yang terjadi sehari sebelumnya. Pada Selasa (28/7/2026), IHSG juga ditutup turun 0,89% ke level 6.130,58.
Menurut Tim Riset MNC Sekuritas, tekanan jual masih mendominasi pergerakan indeks, meskipun volumenya mulai mengecil.
Dalam jangka pendek,
IHSG diperkirakan masih bergerak sideways dan berada di kisaran rata-rata pergerakan (MA20 dan MA60).
Analis memperkirakan area 6.074–6.107 menjadi zona penting yang perlu dicermati sebagai area koreksi. Sementara itu, apabila terjadi penguatan, IHSG berpotensi menguji level 6.262–6.299 sebagai area resistance terdekat.
Prospek
IHSG Hari Ini
Pelaku pasar diperkirakan masih akan mencermati sentimen global maupun domestik yang berpotensi memengaruhi arah perdagangan.
Selain perkembangan ekonomi internasional, investor juga akan memperhatikan pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar yang selama beberapa hari terakhir menjadi penentu arah IHSG.
Dengan kondisi tersebut, pergerakan indeks diperkirakan masih berlangsung fluktuatif sehingga investor disarankan tetap memperhatikan manajemen risiko sebelum mengambil keputusan investasi.
Disclaimer: Artikel ini disusun sebagai informasi pasar dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.
Baca Juga: IHSG Ditutup Melemah ke Level 6.130,58, Pelaku Pasar Menanti Keputusan Suku Bunga The Fed