digtara.com - Perkembangan quantum computing mulai menjadi perhatian industri blockchain dan aset kripto. Meski teknologi tersebut masih berada dalam tahap riset dan pengembangan, kemampuan komputer kuantum di masa depan dinilai berpotensi mengubah sistem keamanan kriptografi yang saat ini digunakan dalam ekosistem blockchain.
Di sisi lain,
quantum computing tidak hanya membawa tantangan bagi industri kripto. Teknologi ini juga berpotensi mempercepat proses komputasi yang kompleks dan membuka peluang inovasi baru di sektor aset digital.
Pembahasan mengenai perkembangan teknologi tersebut mengemuka dalam forum ETH Genesis: Quantum Leap yang digelar Indodax.
Chief Marketing Officer Indodax, Aloysia Dian, mengatakan pemahaman mengenai quantum computing penting untuk membantu industri blockchain mempersiapkan diri menghadapi perkembangan teknologi di masa depan.
"Meskipun quantum computing masih berada pada tahap riset dan pengembangan, potensinya terhadap sistem kriptografi telah menjadi perhatian komunitas global," kata Aloysia Dian, Selasa (4/8/2026).
Menurut Aloysia, pelaku industri perlu mulai memahami perkembangan teknologi kuantum sejak dini. Edukasi dan diskusi dinilai penting agar ekosistem blockchain dapat melakukan adaptasi secara bertahap.
Baca Juga: ChatGPT Prediksi Harga Bitcoin Berpotensi Tembus Rp2,71 Miliar pada Akhir 2026
Apa Risiko Quantum Computing bagi Kripto?Aloysia menegaskan bahwa pembahasan
quantum computing bukan berarti teknologi tersebut saat ini sudah menjadi ancaman nyata bagi blockchain.
Risiko yang menjadi perhatian peneliti lebih mengarah pada kemungkinan komputer kuantum di masa depan memiliki kemampuan untuk memecahkan sistem kriptografi yang saat ini digunakan dalam melindungi aset digital.
Jika kemampuan komputer kuantum berkembang hingga mencapai tingkat tersebut, sistem keamanan yang digunakan oleh jaringan blockchain dan aset kripto perlu beradaptasi.
Namun, kondisi tersebut masih merupakan kemungkinan di masa depan. Teknologi quantum computing saat ini masih dalam tahap pengembangan dan belum berada pada kondisi yang secara praktis dapat membobol sistem kriptografi blockchain yang digunakan secara luas.
Quantum Computing Juga Buka Peluang BaruDi balik tantangan keamanan, quantum computing juga berpotensi memberikan manfaat bagi berbagai sektor, termasuk industri kripto.
Kemampuan komputer kuantum dalam memproses persoalan komputasi tertentu secara berbeda dari komputer konvensional berpotensi mempercepat penyelesaian sejumlah persoalan kompleks.
"Ke depan, teknologi ini berpotensi dimanfaatkan untuk mempercepat berbagai proses komputasi yang kompleks dan mendorong lahirnya inovasi di berbagai sektor, termasuk kripto," jelas Aloysia.
Menurutnya, komunitas blockchain global juga terus melakukan penelitian dan mengembangkan pendekatan baru untuk menjaga keamanan ekosistem seiring dengan perkembangan teknologi quantum computing.
Ethereum dan Perkembangan Ekosistem Web3Aloysia mengatakan Ethereum telah menjadi salah satu fondasi penting bagi perkembangan inovasi di ekosistem Web3 selama lebih dari satu dekade.
Berbagai teknologi dan layanan berkembang di atas jaringan tersebut, mulai dari decentralized finance (DeFi), non-fungible token (NFT), aplikasi berbasis smart contract, hingga tokenisasi aset.
Baca Juga: 5 Aplikasi Trading Modal Kecil Terbaik 2026, Cocok untuk Pemula Mulai Rp10 Ribuan Pesatnya perkembangan tersebut membuat pelaku
industri blockchain perlu terus meningkatkan standar keamanan dan membangun infrastruktur yang mampu beradaptasi terhadap perubahan teknologi.
Dengan semakin berkembangnya quantum computing, kesiapan infrastruktur blockchain menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam jangka panjang.
Industri Kripto Perlu Bersiap Sejak DiniAloysia menilai kesiapan menghadapi era komputer kuantum tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat.
Diperlukan riset, pengujian, pengembangan standar keamanan baru, serta kolaborasi antara berbagai pihak agar ekosistem blockchain dapat melakukan transisi dengan baik.
"Membangun ekosistem blockchain yang siap menghadapi era komputer kuantum bukanlah proses yang sederhana. Dibutuhkan waktu untuk riset dan pengujian, pengembangan standar keamanan baru, serta kolaborasi lintas ekosistem agar transisi dapat dilakukan secara bertahap dan tetap menjaga kepercayaan pengguna," ujarnya.
Dengan demikian,
quantum computing saat ini lebih tepat dipandang sebagai tantangan jangka panjang sekaligus peluang inovasi bagi industri kripto. Meskipun belum menjadi ancaman langsung, perkembangan teknologi tersebut mendorong pelaku blockchain untuk mulai mempersiapkan sistem keamanan yang lebih adaptif.