Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini 12 Agustus 2026, Simak Saham Pilihan Analis

Arie - Rabu, 12 Agustus 2026 08:30 WIB
net
Ilustrasi.

digtara.com -Rekomendasi saham dan pergerakan IHSG hari ini 12 Agustus 2026 menjadi perhatian pelaku pasar setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi cukup dalam pada perdagangan Selasa (11/8/2026).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup melemah 1,53 persen ke level 6.267,88. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak pada rentang 6.388,58 hingga 6.230,10.

Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 148 saham menguat, 567 saham melemah, dan 248 saham stagnan.

Saham LQ45 yang Menguat dan MelemahSejumlah saham LQ45 mengalami tekanan pada perdagangan Selasa. PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) menjadi salah satu saham dengan penurunan terbesar, yakni 6,75 persen ke Rp442.

Selanjutnya, PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) turun 5,45 persen ke Rp2.080 dan PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) melemah 5,23 persen ke Rp1.540.

Penurunan juga terjadi pada PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) sebesar 4,81 persen ke Rp178, PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) sebesar 4,56 persen ke Rp1.885, serta PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) yang turun 3,95 persen ke Rp2.920.

Baca Juga: Rekomendasi Saham dan Prediksi IHSG Hari Ini 11 Agustus 2026

Di sisi lain, beberapa saham berhasil mencatatkan penguatan. PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) naik 3,47 persen ke Rp1.340, disusul PT Indosat Tbk. (ISAT) yang menguat 2,38 persen ke Rp2.150.

PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) juga naik 1,91 persen ke Rp800. Sementara itu, PT ESSA Industries Indonesia Tbk. (ESSA) menguat 1,46 persen ke Rp695, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) naik 1,41 persen ke Rp720, dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) naik 0,72 persen ke Rp1.395.

IHSG Berpeluang MenguatTim riset MNC Sekuritas memperkirakan IHSG masih memiliki peluang untuk menguat pada perdagangan Rabu (12/8/2026).

Dalam skenario terbaik atau best case, posisi IHSG diperkirakan berada pada bagian wave v dari wave (c) dari wave [iv]. Kondisi tersebut membuka peluang bagi IHSG untuk menguat menuju target 6.440-6.544.

Namun, investor tetap perlu mencermati skenario terburuk atau worst case. Dalam skenario ini, IHSG disebut telah menyelesaikan wave [a] pada pola diagonal dan berpotensi mengalami koreksi ke rentang 5.890-6.192 untuk membentuk wave [b].

MNC Sekuritas memperkirakan level support IHSG berada di 6.201 dan 6.029. Sementara itu, level resistance berada di 6.454 dan 6.599.


Rekomendasi Saham Hari IniSejalan dengan proyeksi pergerakan IHSG, MNC Sekuritas memberikan sejumlah rekomendasi saham yang dapat diperhatikan investor pada perdagangan hari ini.

Untuk strategi buy on weakness, investor dapat mencermati saham:

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT)

PT Harum Energy Tbk. (HRUM)

PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP)

Sementara itu, untuk strategi trading buy, MNC Sekuritas merekomendasikan saham PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS).

Baca Juga: Rekomendasi Saham dan Prediksi IHSG Hari Ini 11 Agustus 2026

Rekomendasi tersebut merupakan pandangan analis dan bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham. Investor tetap perlu mempertimbangkan profil risiko, kondisi pasar, serta melakukan analisis sebelum mengambil keputusan investasi.

Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak pembaca membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor. Segala keuntungan maupun kerugian yang timbul dari keputusan investasi menjadi tanggung jawab pembaca.


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

BEI Ubah Aturan Papan Pemantauan Khusus, Saham Kini Bisa Turun hingga Rp1

Ekonomi

IHSG Hari Ini 25 September 2026 Berisiko Melemah, Simak Saham Pilihan Analis

Ekonomi

IHSG Hari Ini 24 September 2026 Berpotensi Menguat, Simak Saham Pilihan MNC Sekuritas

Ekonomi

IHSG Hari Ini Rabu 23 September 2026 Uji Level 6.208, Simak Saham Pilihan Analis

Ekonomi

IHSG Hari Ini 22 September 2026 Melemah 0,88 Persen, MBMA hingga EXCL Tertekan

Ekonomi

IHSG Sepekan Turun 1,53 Persen, Tertekan Sinyal Suku Bunga The Fed