digtara.com -Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini, Jumat 14 Agustus 2026, diperkirakan masih berada dalam tekanan. Rupiah diproyeksikan bergerak di kisaran Rp17.870–Rp17.920 per dolar AS.
Mengacu pada data RTI Infokom, rupiah berada di level Rp17.868 per
dolar AS hingga penutupan perdagangan Kamis (13/8/2026). Posisi tersebut mencerminkan pelemahan sebesar 0,09%.
Tekanan terhadap rupiah terjadi di tengah sentimen global yang masih beragam, terutama terkait ketegangan Iran dan Amerika Serikat (AS) serta arah kebijakan suku bunga bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed).
Rupiah Berpotensi Melemah Hari IniDirektur Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah hari ini salah satunya dipengaruhi ketegangan antara Iran dan AS yang masih berlangsung.
Situasi geopolitik tersebut meningkatkan kewaspadaan investor terhadap kondisi ekonomi global dan berpotensi mendorong permintaan terhadap aset safe haven, termasuk dolar AS.
Selain itu, pasar juga mencermati prospek kebijakan The Fed setelah inflasi AS menunjukkan penurunan dalam beberapa waktu terakhir.
Baca Juga: Rupiah Stagnan di Rp17.877 per Dolar AS, Sentimen Pasar Makin Berat
Menurut Ibrahim, kondisi tersebut membuka peluang The Fed untuk mempertahankan suku bunga. Namun, apabila harga minyak dunia terus menurun, peluang penurunan suku bunga The Fed juga semakin terbuka.
Arah kebijakan The Fed menjadi salah satu faktor penting bagi pergerakan dolar AS dan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Mata Uang Asia Bergerak BervariasiPelemahan tidak hanya terjadi pada rupiah. Sejumlah mata uang Asia juga mengalami tekanan terhadap dolar AS pada perdagangan sebelumnya.
Berikut pergerakan beberapa mata uang Asia:
Baht Thailand melemah 0,30%.
Dolar Singapura turun 0,05%.
Won Korea Selatan melemah 0,44%.
Yuan China turun 0,03%.
Sementara itu, beberapa mata uang Asia lainnya berhasil menguat, yakni:
Dolar Hong Kong naik 0,01%.
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini 13 Agustus 2026, Diprediksi Melemah Yen Jepang menguat 0,02%.
Dolar Taiwan naik 0,19%.
Pergerakan tersebut menunjukkan sentimen terhadap mata uang Asia masih beragam, seiring investor mencermati perkembangan ekonomi global dan kebijakan bank sentral utama.
Sentimen Positif dari MSCI untuk RupiahDi tengah tekanan eksternal, rupiah masih mendapatkan sentimen positif dari dalam negeri.
Ibrahim menyebut keputusan MSCI Inc. untuk mempertahankan Indonesia dalam kelompok Emerging Market menjadi salah satu faktor yang dapat memberikan dukungan terhadap rupiah.
Status tersebut penting bagi pasar keuangan Indonesia karena dapat memengaruhi persepsi investor global terhadap aset domestik dan arus investasi ke pasar Indonesia.
Meski demikian, pergerakan rupiah masih akan dipengaruhi oleh sejumlah faktor eksternal, terutama perkembangan hubungan Iran-AS, harga minyak dunia, serta ekspektasi terhadap keputusan suku bunga The Fed.
Prediksi Rupiah Hari IniDengan mempertimbangkan berbagai sentimen tersebut, nilai tukar rupiah terhadap
dolar AS hari ini, Jumat 14 Agustus 2026, diperkirakan bergerak melemah di rentang:
Rp17.870–Rp17.920 per
dolar AS.
Investor akan mencermati perkembangan geopolitik global dan arah kebijakan The Fed untuk melihat apakah tekanan terhadap rupiah berlanjut atau mata uang Garuda mampu berbalik menguat.