digtara.com- Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan bergerak terbatas pada perdagangan Rabu (19/8/2026). Investor masih bersikap hati-hati menjelang keputusan Bank Indonesia (BI) terkait suku bunga acuan.
Berdasarkan analisis Doo Financial Futures, rupiah ditutup melemah 0,36 persen atau 64 poin ke level Rp17.862 per
dolar AS pada perdagangan Selasa (18/8/2026).
Pelemahan tersebut membuat rupiah menjadi salah satu mata uang Asia yang tertekan pada perdagangan kemarin.
Rupiah Diprediksi Bergerak Rp17.800–Rp17.900Analis Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp17.800–Rp17.900 per dolar AS pada perdagangan Rabu.
Menurut Lukman, pelaku pasar cenderung berhati-hati menjelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang digelar hari ini. Investor juga mulai mencermati rilis data neraca transaksi berjalan yang dijadwalkan pada Jumat (21/8/2026).
Dua agenda tersebut menjadi perhatian karena dapat memberikan gambaran mengenai arah kebijakan moneter dan kondisi fundamental eksternal Indonesia.
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, Selasa 18 Agustus 2026 Diproyeksikan Bergerak di Rp17.750–Rp17.900 per Dolar AS
"Rupiah ditutup melemah ke level 17.862 per
dolar AS di tengah kehati-hatian investor menjelang RDG BI besok dan rilis data neraca transaksi berjalan Jumat ini," ujar Lukman, Selasa (18/8/2026).
Rupiah Termasuk Mata Uang Asia yang MelemahTekanan terhadap rupiah juga terlihat dibandingkan dengan sejumlah mata uang Asia lainnya.
Peso Filipina menjadi mata uang Asia dengan pelemahan terbesar, yakni 0,50 persen. Selanjutnya, dolar Taiwan melemah 0,36 persen, sama seperti rupiah.
Yen Jepang turun 0,17 persen, baht Thailand melemah 0,16 persen, rupee India turun 0,06 persen, dolar Singapura melemah 0,05 persen, dan yuan China turun 0,04 persen.
Di sisi lain, beberapa mata uang Asia justru menguat terhadap dolar AS. Won Korea Selatan menguat paling tinggi sebesar 0,40 persen, diikuti ringgit Malaysia yang naik 0,13 persen. Dolar Hong Kong juga menguat tipis 0,01 persen.
Investor Menunggu Keputusan BIKeputusan BI menjadi salah satu faktor utama yang akan menentukan pergerakan nilai tukar rupiah hari ini.
Investor akan mencermati arah kebijakan suku bunga BI serta pandangan bank sentral terhadap inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas nilai tukar.
Sikap investor yang cenderung wait and see dapat membuat pergerakan rupiah lebih terbatas hingga hasil RDG BI diumumkan.
Selain keputusan BI, data neraca transaksi berjalan juga menjadi perhatian pasar. Data tersebut dapat memberikan gambaran mengenai kondisi transaksi eksternal Indonesia dan menjadi salah satu indikator fundamental rupiah.
Ketegangan Geopolitik Tekan RupiahSelain faktor domestik, nilai tukar rupiah masih menghadapi tekanan dari sentimen global.
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Jumat 14 Agustus 2026 Meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta kenaikan harga minyak mentah dunia menjadi perhatian investor. Kondisi tersebut dapat meningkatkan permintaan terhadap
dolar AS karena investor cenderung mencari aset yang dianggap lebih aman.
Kenaikan harga minyak juga berpotensi memberikan tekanan terhadap negara-negara pengimpor energi, termasuk Indonesia, karena dapat meningkatkan kebutuhan pembayaran impor energi.
Prospek Rupiah Hari IniDengan berbagai sentimen tersebut, rupiah diperkirakan masih bergerak terbatas pada perdagangan Rabu (19/8/2026).
Kisaran Rp17.800–Rp17.900 per
dolar AS menjadi level yang perlu diperhatikan investor. Keputusan RDG BI, rilis data transaksi berjalan, pergerakan harga minyak, serta perkembangan geopolitik global akan menjadi faktor penting yang menentukan arah rupiah selanjutnya.
Pergerakan dolar AS di pasar global juga tetap perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi sentimen terhadap mata uang negara-negara Asia, termasuk rupiah.