digtara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini, Rabu 26 Agustus 2026, diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah. Sentimen global dan kondisi neraca eksternal Indonesia menjadi faktor yang membayangi pergerakan rupiah.
Pada perdagangan Senin (24/8/2026), rupiah melemah 0,15 persen ke level Rp17.721 per
dolar AS berdasarkan data Doo Financial Futures.
Pelemahan juga terjadi pada sejumlah mata uang Asia. Baht Thailand turun 0,01 persen, ringgit Malaysia melemah 0,10 persen, yuan China turun 0,03 persen, dan rupee India terkoreksi 0,02 persen.
Tekanan juga terlihat pada dolar Taiwan yang melemah 0,04 persen, dolar Singapura turun 0,08 persen, serta yen Jepang yang terkoreksi 0,16 persen. Sebaliknya, dolar Hong Kong menguat 0,04 persen dan won Korea Selatan naik 0,10 persen.
Dolar AS Menguat di Tengah Ketegangan dengan IranDirektur Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan indeks dolar AS dipengaruhi sejumlah sentimen global, salah satunya rencana Amerika Serikat memberikan sanksi kepada Iran.
Situasi tersebut berlangsung di tengah ketegangan di Selat Hormuz. Presiden AS Donald Trump sebelumnya juga memperingatkan kemungkinan perang ekonomi terhadap Iran.
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini 24 Agustus 2026, Cek Prediksi dan Pergerakannya
Ketegangan geopolitik tersebut berpotensi meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi dan harga minyak dunia.
Kondisi itu menjadi perhatian karena kenaikan harga energi dapat kembali memberikan tekanan terhadap inflasi. Jika inflasi bertahan tinggi, peluang The Federal Reserve mempertahankan suku bunga tinggi dalam beberapa bulan mendatang dapat meningkat.
Aktivitas Jasa AS Masih SolidSentimen positif bagi dolar AS juga datang dari perekonomian Amerika Serikat.
Indeks PMI Jasa S&P Global AS pada Agustus 2026 tercatat di level 56,8. Angka tersebut berada di atas perkiraan 54 dan meningkat dibandingkan 54,6 pada bulan sebelumnya.
Capaian tersebut juga menjadi level tertinggi sejak Desember 2024.
Data ekonomi yang relatif kuat dapat membuat pasar kembali memperhitungkan kebijakan moneter The Fed. Kondisi tersebut berpotensi menjaga permintaan terhadap
dolar AS dan memberikan tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Defisit Transaksi Berjalan Indonesia Jadi PerhatianDari dalam negeri, sentimen terhadap rupiah turut dipengaruhi pelebaran defisit transaksi berjalan Indonesia.
Pada kuartal II/2026, defisit transaksi berjalan tercatat mencapai US$12,5 miliar atau sekitar 3,3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Pelebaran defisit tersebut antara lain dipengaruhi peningkatan impor minyak seiring tingginya harga minyak dunia.
Meski demikian, kondisi Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) menunjukkan perbaikan dibandingkan kuartal sebelumnya.
Baca Juga: Rupiah Diprediksi Menguat Hari Ini, Jumat 21 Agustus 2026 Pada kuartal II/2026, NPI mencatat defisit US$900 juta. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan defisit US$9,1 miliar pada kuartal I/2026.
Perbaikan tersebut terutama didukung transaksi modal dan finansial yang berbalik mencatat surplus US$12 miliar, setelah sebelumnya mengalami defisit US$4,8 miliar.
Harga Minyak dan Geopolitik Masih Jadi RisikoIbrahim mengatakan defisit transaksi berjalan Indonesia berpotensi berlanjut apabila harga minyak mentah tetap tinggi dan volume impor minyak masih kuat.
Tekanan juga dapat berasal dari perlambatan ekonomi global yang berpotensi menekan ekspor Indonesia.
Selain itu, ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan Eropa Timur menjadi faktor yang perlu diperhatikan pasar. Konflik antara AS, Israel, dan Iran serta ketegangan Rusia-Ukraina dapat memengaruhi harga energi, arus perdagangan, dan sentimen investor terhadap aset negara berkembang.
Proyeksi Rupiah Hari IniDengan mempertimbangkan berbagai sentimen tersebut, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini, Rabu 26 Agustus 2026, diproyeksikan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah.
Rupiah diperkirakan ditutup pada kisaran:
Rp17.720–Rp17.770 per dolar AS.
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini 24 Agustus 2026, Cek Prediksi dan Pergerakannya Pergerakan rupiah akan dipengaruhi perkembangan indeks
dolar AS, sentimen geopolitik, harga minyak dunia, serta respons pasar terhadap kondisi ekonomi Indonesia.
Dengan demikian, level Rp17.720–Rp17.770 menjadi kisaran yang perlu diperhatikan investor dalam memantau nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini.