digtara.com -Kamar Dagang dan Industri Sumatera Utara (Kadin Sumut) menyambut baik dan positif langkah strategis Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam menjalin kerja sama sektor kesehatan dengan Pemerintah Korea Selatan.
Kemitraan ini dinilai sebagai angin segar bagi percepatan pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya dalam mendorong investasi industri kesehatan dan modernisasi layanan medis di Sumatera Utara.
Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Umum Kadin Sumut, Firsal Dida Mutyara, merespons penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution dan Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Yoon Soongu, di Medan baru-baru ini.
Ketua Umum Kadin Sumut, Dida Mutyara, menyampaikan bahwa masuknya investasi dan teknologi kesehatan dari Korea Selatan sejalan dengan visi Kadin Sumut dalam memperkuat kemitraan strategis global dan mendorong penguatan ekosistem industri daerah.
"Kadin Sumut sangat mengapresiasi dan mendukung penuh inisiatif Pemprov Sumut di bawah kepemimpinan Gubernur Bobby Nasution. Kerja sama dengan Korea Selatan ini bukan hanya meningkatkan standar kualitas pelayanan rumah sakit, tetapi juga membuka peluang investasi baru yang sangat besar bagi dunia usaha lokal, mulai dari penyediaan infrastruktur medis, teknologi kesehatan, hingga rantai pasok pendukungnya," ujar Dida Mutyara.
Menurut Dida, inisiatif pengembangan kawasan kesehatan terpadu di Kota Medan dan Kabupaten Deliserdang yang dicanangkan Pemprov Sumut membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah dan pelaku usaha. Kadin Sumut siap mengambil peran aktif untuk menjembatani kolaborasi bisnis (business-to-business) antara pengusaha Korea Selatan dan pelaku usaha lokal di Sumatera Utara.
Baca Juga: Badan Legislasi DPR RI Kunjungi Kadin Sumatera Utara Bahas Penyusunan RUU Kadin
"Pengembangan kawasan kesehatan dan peningkatan kualitas RSUD hingga level Puskesmas memerlukan dukungan teknologi mutakhir dan transfer pengetahuan.
Kadin Sumut berkomitmen memastikan bahwa pelaku usaha lokal turut berpartisipasi dan mendapatkan manfaat nyata, termasuk dalam hal transfer teknologi dan peningkatan kapasitas SDM kesehatan di daerah," tambahnya.
Lebih lanjut, Dida Mutyara menekankan pentingnya transparansi dan iklim investasi yang kondusif agar komitmen pinjaman, bantuan, maupun investasi dari
Korea Selatan dapat terealisasi secara efisien dan tepat sasaran.
Dengan terjalinnya kemitraan ini,
Kadin Sumut optimis Sumatera Utara dapat bertransformasi menjadi pusat rujukan pelayanan kesehatan (medical hub) unggulan di wilayah Indonesia Barat, sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat yang selama ini melakukan pengobatan ke luar negeri.
"Jika fasilitas dan SDM kesehatan kita sudah berstandar internasional melalui kerja sama ini, maka nilai ekonomi yang berputar akan tetap berada di Sumatera Utara. Ini adalah langkah konkret dalam memperkuat ketahanan ekonomi daerah," pungkas Firsal Dida Mutyara.
Tampak hadir dalam penandatangan MoU, Kepala Bapperida Sumut, Dikky Anugerah, Konsul Kehormatan Korea, Parlindungan Purba, Direktur RSU Haji Medan, Yulinda Elvi Nasution dan Jajaran Kepala Dinas/ Biro terkait.