digtara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini, Kamis (24/9/2026), diperkirakan bergerak fluktuatif dengan peluang menguat terbatas.Analis Doo Financial Futures memproyeksikan rupiah akan bergerak di kisaran Rp17.750 hingga Rp17.850 per dolar AS pada perdagangan hari ini.
Sebelumnya, rupiah mencatat penguatan cukup signifikan pada perdagangan Rabu (23/9/2026).
Rupiah Menguat 0,37 PersenBerdasarkan data analisis Doo Financial Futures, rupiah pada perdagangan Rabu menguat 0,37% atau 66 poin ke level Rp17.818 per dolar AS.
Penguatan tersebut terjadi ketika mayoritas mata uang regional justru mengalami tekanan terhadap dolar AS.
Selain rupiah, peso Filipina juga mencatat penguatan sebesar 0,12%.
Sementara itu, sejumlah mata uang Asia mengalami pelemahan. Won Korea Selatan menjadi mata uang yang mengalami tekanan paling besar dengan pelemahan 1% terhadap dolar AS.
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Rabu 23 September 2026 Diprediksi Menguat Terbatas
Baht Thailand melemah 0,29%, yen Jepang turun 0,25%, dolar Singapura melemah 0,21%, dan rupee India turun 0,13%.
Mata uang lainnya juga bergerak negatif. Yuan China melemah 0,12%, ringgit Malaysia turun 0,08%, dan dolar Taiwan melemah 0,01%. Sementara itu, dolar Hong Kong tercatat stagnan.
Intervensi BI Jadi Faktor Penguatan RupiahAnalis Doo Financial Futures Lukman Leong menilai penguatan rupiah terjadi setelah mata uang Garuda mengalami tekanan dalam beberapa sesi perdagangan sebelumnya.
Menurut Lukman, meskipun hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia relatif sesuai dengan ekspektasi pasar, penguatan rupiah lebih banyak dipengaruhi oleh langkah intervensi Bank Indonesia (BI).
Selain itu, terjadi aksi unwinding posisi dolar AS setelah pasar menerapkan strategi buy the rumor, sell the fact.
Strategi tersebut muncul karena keputusan RDG BI tidak memberikan kejutan bagi pasar.
Dengan demikian, sebagian pelaku pasar melakukan penyesuaian posisi setelah keputusan kebijakan moneter BI sesuai dengan perkiraan sebelumnya.
Pasar Pantau Perundingan AS-Iran dan Pertemuan Xi Jinping-TrumpLukman menilai perhatian investor selanjutnya akan tertuju pada perkembangan geopolitik dan hubungan perdagangan global.
Pasalnya, tidak banyak rilis data ekonomi penting yang dijadwalkan sepanjang pekan ini.
Investor akan mencermati perkembangan hasil perundingan Amerika Serikat dan Iran, termasuk potensi dampaknya terhadap kondisi geopolitik dan pasar keuangan global.
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Selasa 22 September 2026 Diprediksi Fluktuatif Selain itu, pasar juga menunggu perkembangan terkait rencana pertemuan Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Perkembangan kedua isu tersebut berpotensi memengaruhi sentimen terhadap dolar AS sekaligus pergerakan mata uang regional, termasuk rupiah.
Proyeksi Rupiah Hari IniDengan mempertimbangkan pergerakan pasar sebelumnya, rupiah hari ini diperkirakan masih bergerak fluktuatif.
Doo Financial Futures memperkirakan nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp17.750-Rp17.850 per
dolar AS, dengan peluang penguatan yang masih terbatas.
Pergerakan dolar AS, aksi intervensi BI, sentimen pasar global, serta perkembangan geopolitik menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhatikan investor dalam mencermati nilai tukar rupiah hari ini.