digtara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan masih bergerak fluktuatif pada perdagangan Jumat, 25 September 2026. Rupiah berpotensi kembali tertekan setelah pada perdagangan sebelumnya melemah cukup tajam.
Berdasarkan analisis Doo Financial Futures, rupiah pada Kamis (24/9/2026) ditutup melemah 0,55 persen atau 98 poin ke level Rp17.916 per
dolar AS.
Rupiah menjadi salah satu mata uang dengan pelemahan terdalam di kawasan Asia ketika sejumlah mata uang regional justru menguat terhadap dolar AS.
Rupiah Melemah, Sejumlah Mata Uang Asia MenguatTekanan terhadap rupiah terjadi bersamaan dengan pelemahan sejumlah mata uang regional.
Dolar Taiwan tercatat melemah 0,33 persen, rupee India turun 0,19 persen, peso Filipina melemah 0,18 persen, won Korea Selatan turun 0,02 persen, dan yuan China melemah 0,01 persen.
Sebaliknya, sejumlah mata uang Asia mencatat penguatan terhadap dolar AS. Ringgit Malaysia menguat 0,10 persen, sementara yen Jepang, baht Thailand, dan dolar Singapura masing-masing naik 0,09 persen.
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 24 September 2026 Diprediksi Menguat Terbatas
Dolar Hong Kong juga menguat tipis 0,01 persen.
Faktor yang Menekan Nilai Tukar RupiahAnalis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai pelemahan rupiah terjadi di tengah sejumlah tekanan eksternal.
Salah satunya berasal dari kenaikan imbal hasil atau yield obligasi pemerintah Amerika Serikat. Yield US Treasury tenor 10 tahun naik hingga 5,11 persen, level tertinggi sejak 2007.
Selain itu, penguatan indeks dolar AS turut meningkatkan tekanan terhadap mata uang negara-negara berkembang, termasuk rupiah.
Faktor lainnya adalah kenaikan harga minyak mentah dunia. Ketidakpastian konflik di Timur Tengah meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan minyak global sehingga harga minyak Brent kembali berada di atas US$100 per barel.
Pasar Menanti Pernyataan Pejabat The FedPenguatan
dolar AS juga dipengaruhi sikap antisipatif pasar menjelang pidato sejumlah pejabat Federal Reserve atau The Fed.
Pelaku pasar mencermati kemungkinan munculnya pernyataan bernada hawkish mengenai arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat. Pernyataan tersebut berpotensi memengaruhi pergerakan dolar AS dan mata uang lainnya.
Lukman memperkirakan tekanan terhadap rupiah masih dapat berlanjut pada perdagangan berikutnya.
"Mata uang Garuda diperkirakan masih berpotensi melanjutkan pelemahan pada perdagangan berikutnya, kecuali jika ada intervensi yang cukup kuat dari Bank Indonesia," ujar Lukman, Kamis (24/9/2026).
Dengan kondisi tersebut, nilai tukar rupiah hari ini Jumat 25 September 2026 diperkirakan bergerak fluktuatif dengan rentang Rp17.850 hingga Rp18.000 per dolar AS.
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Rabu 23 September 2026 Diprediksi Menguat Terbatas