digtara.com - Nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak dalam kisaran Rp17.850 hingga Rp18.000 per dolar AS pada perdagangan hari ini, Kamis (1/10/2026).
Proyeksi tersebut berdasarkan analisis Doo Financial Futures. Sebelumnya, mata uang Garuda mencatatkan penguatan cukup signifikan pada perdagangan Rabu (30/9/2026).
Rupiah Menguat ke Rp17.894 per Dolar ASBerdasarkan data Doo Financial Futures, rupiah ditutup di level Rp17.894 per dolar AS pada Rabu (30/9/2026).
Rupiah menguat 0,48% atau 87 poin dan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di kawasan Asia pada perdagangan tersebut.
Penguatan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang Asia yang juga menguat terhadap dolar AS.
Yen Jepang tercatat menguat 0,25%, dolar Taiwan naik 0,14%, rupee India menguat 0,13%, dan baht Thailand naik 0,13%.
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 30 September 2026 Diproyeksi Rp17.950-Rp18.050 per Dolar AS
Selanjutnya, dolar Singapura menguat 0,09%, yuan China naik 0,04%, dolar Hong Kong dan ringgit Malaysia masing-masing menguat 0,02%, sedangkan won Korea Selatan naik 0,01%.
Di sisi lain, peso Filipina menjadi mata uang yang mengalami pelemahan dengan koreksi sebesar 0,11%.
Intervensi BI Bantu Perkuat RupiahAnalis Doo Financial Futures Lukman Leong menjelaskan penguatan rupiah yang cukup signifikan ditopang oleh langkah intervensi Bank Indonesia (BI) di pasar valuta asing.
Menurutnya, BI memanfaatkan momentum ketika indeks dolar AS mengalami koreksi dan harga minyak mentah dunia menurun.
Saat ini, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) berada di level sekitar US$89,50 per barel.
"Indeks
dolar AS sendiri terkoreksi setelah rilis data pekerjaan AS yang lebih lemah serta pernyataan dovish dari pejabat The Fed, John Williams," ujar Lukman, Rabu (30/9/2026).
Investor Masih Waspadai Data EkonomiMeski rupiah menguat cukup signifikan, Lukman mengingatkan pelaku pasar belum sepenuhnya meninggalkan sikap hati-hati.
Investor masih mencermati sejumlah data ekonomi penting yang dapat memengaruhi pergerakan pasar valuta asing.
Dari Amerika Serikat, perhatian tertuju pada rilis data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) yang dijadwalkan keluar pada Kamis malam.
Sementara dari dalam negeri, pasar menantikan data perdagangan dan inflasi Indonesia yang dirilis pada hari yang sama.
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 28 September 2026 Melemah ke Rp17.978 per Dolar AS Perkembangan data tersebut akan menjadi salah satu faktor yang dicermati pelaku pasar dalam menentukan arah pergerakan rupiah pada perdagangan Kamis (1/10/2026).