digtara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini, Selasa (6/10/2026), diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah.
Rupiah diproyeksikan ditutup pada rentang Rp17.850 hingga Rp18.000 per
dolar AS.
Berdasarkan analisis Doo Financial Futures, rupiah pada perdagangan sebelumnya terkoreksi 0,20% atau 35 poin ke level Rp17.917 per dolar AS.
Rupiah Tertekan Mata Uang AsiaTekanan terhadap rupiah terjadi di tengah pergerakan mata uang kawasan Asia yang bervariasi terhadap dolar AS.
Baht Thailand tercatat mengalami pelemahan paling dalam, yakni 0,33%. Selanjutnya, won Korea Selatan melemah 0,26% dan dolar Singapura turun 0,17%.
Peso Filipina juga melemah 0,14%, sedangkan ringgit Malaysia turun 0,09% terhadap dolar AS.
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 5 Oktober 2026 Diprediksi Rp17.880-Rp17.930 per Dolar AS
Di sisi lain, sejumlah mata uang Asia masih mampu menguat terhadap greenback.
Dolar Taiwan mencatat penguatan paling signifikan sebesar 0,27%, disusul yen Jepang yang naik 0,14%.
Sementara itu, rupee India dan yuan China masing-masing menguat tipis 0,02%, sedangkan dolar Hong Kong naik 0,01%.
Dolar AS Menguat ke Level Tertinggi 18 BulanAnalis Doo Financial Futures Lukman Leong menilai tekanan terhadap rupiah terutama dipengaruhi oleh penguatan indeks dolar AS yang mencapai level tertinggi dalam 18 bulan terakhir.
Penguatan greenback tersebut didorong oleh kenaikan harga minyak dunia serta pelemahan euro seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi fiskal di kawasan Eropa.
"Dari dalam negeri, sikap investor cenderung wait and see mengantisipasi rilis sejumlah data ekonomi penting Indonesia pekan ini, meliputi data Cadangan Devisa, Indeks Keyakinan Konsumen, serta Penjualan Ritel," ujar Lukman, Senin (5/10/2026).
Data Ekonomi AS Jadi Perhatian PasarDari eksternal, perhatian pelaku pasar juga tertuju pada rilis data ISM sektor jasa Amerika Serikat yang dijadwalkan keluar pada Senin malam waktu setempat.
Data tersebut diproyeksikan tetap solid setelah sektor jasa AS mencatatkan pertumbuhan selama 26 bulan berturut-turut.
Perkembangan data ekonomi AS akan menjadi salah satu faktor yang dicermati pasar dalam melihat arah kebijakan moneter serta pergerakan dolar AS.
Dengan berbagai sentimen tersebut, nilai tukar rupiah hari ini diperkirakan masih bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah terhadap dolar AS.