Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 9 Oktober 2026, Dolar AS Bertahan di Level Tinggi

Arie - Jumat, 09 Oktober 2026 08:35 WIB
net
Ilustrasi.

digtara.com - Nilai tukar rupiah diperkirakan masih menghadapi tekanan pada perdagangan Jumat (9/10/2026), setelah ditutup melemah ke level Rp17.915 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Kamis (8/10/2026).

Mengacu pada laporan Trading Economics, rupiah tertekan ketika indeks dolar AS bertahan di level tertinggi dalam 18 bulan terakhir. Kondisi tersebut terjadi setelah risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memperkuat ekspektasi terhadap kebijakan moneter ketat atau hawkish dari bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed).

"Ketegangan di Timur Tengah juga membuat sentimen tetap berhati-hati, dengan potensi gangguan terhadap arus energi meningkatkan kekhawatiran terhadap harga minyak dan biaya impor Indonesia," tulis Trading Economics dalam laporannya pada Kamis (8/10/2026).

Pada perdagangan sebelumnya, rupiah ditutup melemah 0,16% atau 28 poin ke posisi Rp17.915 per dolar AS.

Faktor Domestik Turut Membayangi RupiahSelain sentimen global, perkembangan ekonomi dalam negeri turut menjadi perhatian pasar. Data terbaru menunjukkan kepercayaan konsumen sedikit menurun dari level tertinggi dalam tiga bulan pada Agustus. Kondisi ini mencerminkan kekhawatiran terhadap tingginya harga pangan dan kenaikan biaya bahan bakar nonsubsidi.

Inflasi umum Indonesia juga mencapai level tertinggi dalam tiga bulan terakhir pada September 2026. Sementara itu, impor pada Agustus tumbuh jauh lebih cepat dibandingkan ekspor, meskipun surplus perdagangan masih lebih kuat daripada perkiraan.

Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 8 Oktober 2026 Diprediksi Melemah, Cek Proyeksinya

Dari sisi eksternal, cadangan devisa Indonesia relatif stabil pada September dan berada di dekat level tertinggi dalam lima bulan terakhir. Namun, dukungan Bank Indonesia (BI) untuk menjaga stabilitas rupiah berpotensi menekan cadangan devisa apabila arus masuk investasi portofolio masih belum pasti.

Trading Economics memperkirakan rupiah berada di kisaran Rp17.819,5 per dolar AS pada kuartal IV 2026. Angka tersebut merupakan proyeksi, bukan kepastian nilai tukar yang akan tercapai.

Indeks Dolar AS Masih Dipengaruhi Sikap The FedIndeks dolar AS berada di sekitar 102,3 pada Kamis (8/10/2026). Pergerakannya dipengaruhi pernyataan Gubernur The Fed Christopher Waller yang menilai kenaikan suku bunga lebih lanjut kemungkinan diperlukan agar inflasi kembali ke target 2% dengan lebih cepat.

Meski demikian, Waller tidak menyatakan bahwa kenaikan suku bunga harus dilakukan secara beruntun pada setiap pertemuan.

Analis FXStreet Joshua Gibson menilai pernyataan tersebut belum memberikan dorongan baru bagi indeks dolar. Menurutnya, kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan sudah diperhitungkan oleh pasar berjangka.

"Kenaikan suku bunga lebih lanjut tanpa menentukan pada pertemuan mana akan dilakukan sebenarnya sudah tercermin dalam harga pasar berjangka, sehingga tidak mengubah ekspektasi yang ada," jelas Gibson.

Setelah sempat bergerak menuju 102,50 menyusul pernyataan Waller, indeks dolar AS kembali turun mendekati 102,00 sebelum naik lagi ke kisaran 102,30.


Pasar Menanti Arah Suku Bunga ASGibson juga mencatat imbal hasil obligasi pemerintah AS atau Treasury tenor dua tahun berada di sekitar 4,80%. Imbal hasil tersebut sensitif terhadap perubahan ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed.

Sementara itu, pasar berjangka memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sekitar 20% pada pertemuan The Fed tanggal 27–28 Oktober 2026. Peluang tersebut meningkat menjadi hampir 80% untuk pertemuan 8–9 Desember 2026.

Ekspektasi kebijakan moneter AS, perkembangan konflik di Timur Tengah, serta kondisi ekonomi domestik akan menjadi sejumlah faktor yang dicermati pasar dalam menilai arah rupiah.

Dengan berbagai sentimen tersebut, pergerakan nilai tukar rupiah pada Jumat (9/10/2026) masih berpotensi berfluktuasi. Namun, arah penutupan rupiah pada perdagangan hari ini belum dapat dipastikan hanya berdasarkan data perdagangan sebelumnya.


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 8 Oktober 2026 Diprediksi Melemah, Cek Proyeksinya

Ekonomi

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 7 Oktober 2026 Diprediksi Konsolidasi, Cek Proyeksinya

Ekonomi

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 6 Oktober 2026 Diprediksi Melemah, Cek Proyeksinya

Ekonomi

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 5 Oktober 2026 Diprediksi Rp17.880-Rp17.930 per Dolar AS

Ekonomi

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 2 Oktober 2026 Diprediksi Rp17.900-Rp18.050 per Dolar AS

Ekonomi

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 1 Oktober 2026 Diproyeksi Rp17.850-Rp18.000 per Dolar AS