digtara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan memiliki peluang menguat dalam jangka pendek pada perdagangan Jumat (9/10/2026). Meski demikian, investor tetap perlu mencermati risiko koreksi setelah indeks mengalami tekanan pada perdagangan sebelumnya.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI),
IHSG ditutup melemah 1,88% ke level 6.031,28 pada Kamis (8/10/2026). Pada perdagangan tersebut, sebanyak 187
saham menguat, 518
saham melemah, dan 258
saham bergerak stagnan.
Dari sisi global, pasar masih dibayangi prospek kebijakan moneter ketat dari bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve atau The Fed. Risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) September 2026 menunjukkan adanya peluang kenaikan suku bunga acuan sebelum akhir tahun.
Kebijakan The Fed Jadi Perhatian PasarBRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) mencatat mayoritas pejabat The Fed menilai kenaikan tambahan suku bunga Federal Funds Rate (FFR) masih dapat diperlukan untuk merespons inflasi yang bertahan di atas target.
Meski demikian, risalah rapat tersebut belum memberikan kepastian mengenai waktu kenaikan suku bunga berikutnya.
"Dari 18 pejabat The Fed dalam proyeksi September, sebanyak 16 pejabat memperkirakan setidaknya satu kali kenaikan suku bunga masih akan terjadi pada tahun ini. Rapat FOMC berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 28 Oktober dan 9 Desember 2026," papar tim analis BRIDS, Kamis (8/10/2026).
Baca Juga: IHSG Hari Ini 8 Oktober 2026 Diprediksi Melemah, Ini Saham Pilihan MNC Sekuritas
Ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi dapat memengaruhi pergerakan pasar keuangan global, termasuk pasar
saham Indonesia. Karena itu, pelaku pasar akan mencermati perkembangan kebijakan The Fed untuk memperkirakan arah
IHSG selanjutnya.
Proyeksi IHSG Hari Ini Menurut MNC SekuritasTim analis MNC Sekuritas memperkirakan IHSG masih berpeluang menguat dalam jangka pendek. Namun, risiko koreksi lanjutan tetap perlu diperhatikan.
Dalam skenario terbaik, pergerakan IHSG diperkirakan berada pada bagian wave iv dari wave c. Kondisi ini membuka peluang indeks menguat untuk menguji area celah harga atau gap pada level 6.227–6.231.
Sebaliknya, apabila IHSG menembus level 5.973, indeks berpotensi melanjutkan koreksi menuju kisaran 5.850–5.911.
Untuk pergerakan jangka pendek, area koreksi yang perlu dicermati berada pada level 6.008–6.025.
MNC Sekuritas menetapkan level support
IHSG pada 6.018 dan 5.973. Sementara itu, level resistance berada pada 6.297 dan 6.376.
Level-level tersebut menjadi acuan teknikal yang perlu diperhatikan, bukan kepastian arah pergerakan indeks.
Rekomendasi Saham Hari IniDalam risetnya,
MNC Sekuritas memberikan sejumlah rekomendasi
saham untuk perdagangan Jumat (9/10/2026), dengan strategi yang berbeda sesuai pandangan teknikal masing-masing
saham.
INKP: masuk dalam rekomendasi buy on weakness.
KLBF: masuk dalam rekomendasi buy on weakness.
RAJA: masuk dalam rekomendasi buy on weakness.
AADI: masuk dalam rekomendasi sell on strength.
Strategi buy on weakness mengacu pada peluang membeli saham ketika harganya terkoreksi ke area tertentu yang dinilai menarik secara teknikal. Adapun sell on strength merupakan strategi menjual saat harga menguat menuju area yang dipertimbangkan untuk merealisasikan keuntungan atau mengurangi risiko.
Baca Juga: IHSG Hari Ini 8 Oktober 2026 Diprediksi Melemah, Ini Saham Pilihan MNC Sekuritas
Rekomendasi tersebut merupakan pandangan teknikal
MNC Sekuritas, bukan jaminan hasil investasi. Investor perlu mempertimbangkan profil risiko, kondisi pasar, dan analisis masing-masing sebelum mengambil keputusan transaksi.