Rupiah Hari Ini Diprediksi Melemah, Cek Proyeksi Kurs Dolar AS Selasa 13 Oktober 2026

Arie - Selasa, 13 Oktober 2026 09:35 WIB
net
Ilustrasi.

digtara.com -Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan bergerak fluktuatif dan cenderung melemah pada perdagangan Selasa (13/10/2026). Tekanan geopolitik serta prospek kebijakan suku bunga bank sentral AS menjadi sejumlah faktor yang dicermati pelaku pasar.

Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp17.910 hingga Rp17.960 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

Pada perdagangan Senin (12/10/2026), rupiah ditutup melemah 14 poin ke level Rp17.913 per dolar AS.

Konflik Geopolitik Membebani RupiahIbrahim menjelaskan bahwa ketidakpastian geopolitik masih menjadi salah satu faktor yang menekan pergerakan rupiah. Konflik internasional berpotensi memengaruhi harga energi dan meningkatkan kehati-hatian pelaku pasar terhadap aset berisiko.

Dalam perkembangan yang dikutip dalam laporan tersebut, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Rusia dan Ukraina telah sepakat menghentikan serangan terhadap fasilitas energi masing-masing. Pernyataan itu dikaitkan dengan kesepakatan pasokan diesel AS dengan Moskow.

Sementara itu, situasi di Timur Tengah turut menjadi perhatian pasar. Laporan sumber menyebutkan adanya serangan kelompok Houthi terhadap Bandara Internasional Riyadh yang menimbulkan korban jiwa dan luka-luka.

Baca Juga: Rupiah Hari Ini 12 Oktober 2026 Diprediksi Melemah, Dolar AS Berpotensi Tembus Rp17.950

Ketegangan juga meningkat setelah Trump menyatakan bahwa AS sedang mempertimbangkan keterlibatan dalam serangan Arab Saudi terhadap kelompok Houthi.

Ibrahim menilai perkembangan tersebut berkaitan dengan konflik regional yang lebih luas.

"Ini adalah sebuah dampak lanjutan dari perang yang lebih luas dengan Iran yang dimulai oleh AS dan Israel pada bulan Februari," kata Ibrahim, Senin (12/10/2026).

Ketidakpastian geopolitik dapat memengaruhi sentimen investor, termasuk melalui perubahan harga energi dan permintaan terhadap dolar AS. Besarnya dampak terhadap rupiah tetap bergantung pada perkembangan konflik dan respons pasar.

Kebijakan Suku Bunga The Fed Jadi PerhatianSelain faktor geopolitik, pelaku pasar juga mencermati arah kebijakan suku bunga bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed).

Dalam laporan tersebut, Presiden Federal Reserve Bank of St. Louis, Alberto Musalem, menyampaikan bahwa pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut mungkin diperlukan untuk mengembalikan inflasi ke tingkat sasaran.

Gubernur The Fed Christopher Waller juga disebut mengisyaratkan kemungkinan kenaikan suku bunga tambahan apabila data ekonomi bergerak sesuai perkiraan.

Prospek suku bunga AS menjadi penting bagi rupiah karena perubahan imbal hasil aset berdenominasi dolar dapat memengaruhi aliran modal dan permintaan terhadap mata uang AS.

Jika ekspektasi suku bunga tinggi menguat, dolar AS berpotensi memperoleh dukungan. Namun, arah pergerakan rupiah juga dipengaruhi kondisi domestik dan perkembangan ekonomi global lainnya.

Data Inflasi dan Penjualan Ritel AS DinantikanIbrahim mengatakan bahwa pasar akan memperhatikan sejumlah rilis data ekonomi AS sepanjang pekan ini, termasuk inflasi konsumen, inflasi produsen, dan penjualan ritel.

Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 9 Oktober 2026, Dolar AS Bertahan di Level Tinggi

Pernyataan pejabat The Fed juga akan menjadi perhatian investor untuk membaca arah kebijakan moneter selanjutnya.

"Minggu ini pasar akan mencermati data inflasi tingkat konsumen dan produsen, yang akan disusul oleh data penjualan ritel dan juga pernyataan beberapa pejabat The Fed," tandasnya.

Data tersebut berpotensi memengaruhi ekspektasi pasar terhadap suku bunga AS dan pergerakan dolar. Karena itu, rupiah diperkirakan masih bergerak fluktuatif di tengah kombinasi sentimen geopolitik dan perkembangan ekonomi global.

Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 8 Oktober 2026 Diprediksi Melemah, Cek Proyeksinya


Proyeksi Rupiah Hari IniBerdasarkan perkiraan Ibrahim Assuaibi, rupiah pada Selasa (13/10/2026) diproyeksikan bergerak pada kisaran berikut:

Batas bawah: Rp17.910 per dolar AS.

Batas atas: Rp17.960 per dolar AS.

Penutupan perdagangan sebelumnya: Rp17.913 per dolar AS, melemah 14 poin.

Proyeksi tersebut merupakan perkiraan analis, bukan kepastian nilai tukar pada akhir perdagangan. Pergerakan rupiah dapat berubah mengikuti sentimen pasar, perkembangan geopolitik, data ekonomi, dan arah kebijakan bank sentral AS.

Baca Juga: Rupiah Hari Ini 12 Oktober 2026 Diprediksi Melemah, Dolar AS Berpotensi Tembus Rp17.950


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Rupiah Hari Ini 12 Oktober 2026 Diprediksi Melemah, Dolar AS Berpotensi Tembus Rp17.950

Ekonomi

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 9 Oktober 2026, Dolar AS Bertahan di Level Tinggi

Ekonomi

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 8 Oktober 2026 Diprediksi Melemah, Cek Proyeksinya

Ekonomi

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 7 Oktober 2026 Diprediksi Konsolidasi, Cek Proyeksinya

Ekonomi

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 6 Oktober 2026 Diprediksi Melemah, Cek Proyeksinya

Ekonomi

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 5 Oktober 2026 Diprediksi Rp17.880-Rp17.930 per Dolar AS