IHSG Hari Ini Dibayangi Geopolitik dan MSCI, BRI Danareksa Rekomendasikan PTBA hingga ERAA

Arie - Rabu, 14 Oktober 2026 08:30 WIB
net
Ilustrasi.

digtara.com -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih menghadapi sejumlah sentimen yang berpotensi memengaruhi pergerakannya pada perdagangan Rabu (14/10/2026).

Ketidakpastian geopolitik, sentimen Morgan Stanley Capital International (MSCI), serta ekspektasi kebijakan hawkish bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed) menjadi perhatian pelaku pasar.

Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, mengatakan IHSG ditutup melemah 0,17% ke level 5.926 pada Selasa (13/10/2026). Meski masih berada di zona merah, indeks menunjukkan perlawanan setelah mengalami tekanan jual signifikan pada sesi sebelumnya.

Pergerakan tersebut turut didukung aksi beli bersih investor asing senilai Rp5,8 miliar di pasar reguler.

IHSG Berpeluang Rebound, tetapi Momentum Bearish Masih MembayangiDari sisi teknikal, IHSG berpeluang mengalami technical rebound setelah membentuk pola hammer di area support 5.850–5.800.

Pola hammer dapat mengindikasikan adanya perlawanan pembeli setelah tekanan jual. Namun, sinyal tersebut belum cukup untuk memastikan bahwa tren pelemahan telah berakhir.

Baca Juga: IHSG Hari Ini Diprediksi Melemah, MNC Sekuritas Rekomendasikan BRMS, JPFA, hingga MBMA

Indikator moving average convergence divergence (MACD) masih menunjukkan momentum bearish. Karena itu, konfirmasi penguatan lanjutan tetap diperlukan untuk menilai arah pergerakan indeks.

Reza Diofanda menjelaskan bahwa IHSG berisiko melanjutkan pelemahan apabila menembus area support yang telah diperhatikan.

"Apabila IHSG menembus level support tersebut, indeks berisiko melanjutkan pelemahan menuju 5.750. Sementara itu, resistance terdekat berada pada rentang 6.000–6.020," paparnya dalam publikasi riset.

Dengan demikian, area 5.800–5.850 menjadi zona support yang perlu dicermati, sedangkan rentang 6.000–6.020 merupakan resistance terdekat dalam analisis tersebut.

Inflasi AS dan Kebijakan The Fed Jadi PerhatianSelain faktor teknikal, pelaku pasar mencermati rilis data indeks harga konsumen atau consumer price index (CPI) AS untuk September 2026.

Konsensus pasar dalam laporan tersebut memperkirakan inflasi tahunan AS mencapai 3,6%, meningkat dibandingkan 3,4% pada Agustus.

Apabila inflasi terealisasi lebih tinggi daripada ekspektasi, tekanan terhadap pasar keuangan negara berkembang berpotensi meningkat. Kondisi tersebut dapat memperkuat dolar AS dan memberikan tekanan terhadap rupiah serta aliran dana asing ke pasar saham domestik.

Ekspektasi kebijakan hawkish The Fed juga menjadi faktor penting karena arah suku bunga AS dapat memengaruhi daya tarik aset berdenominasi dolar dan keputusan investasi global.

Di sisi lain, perkembangan geopolitik dan sentimen MSCI masih perlu diperhatikan karena keduanya dapat memengaruhi persepsi risiko investor terhadap pasar saham Indonesia.

Rekomendasi Saham Hari Ini dari BRI Danareksa SekuritasDi tengah ketidakpastian pasar, BRI Danareksa Sekuritas menyampaikan sejumlah rekomendasi saham untuk perdagangan Rabu (14/10/2026).

Baca Juga: IHSG Hari Ini 12 Oktober 2026 Berisiko Melemah, MNC Sekuritas Rekomendasikan BRPT hingga BUMI

Berikut daftar saham beserta strategi dan target harga yang tercantum dalam riset:

Kode sahamRekomendasiTarget hargaStop lossStrategiPTBABuyRp3.320–Rp3.420Di bawah Rp3.100Swing tradeEMASBuyRp8.300–Rp8.600Di bawah Rp7.700Swing tradeERAABuyRp655–Rp670Di bawah Rp600Day tradeFUTRSellRp202–Rp158Tidak dicantumkanTidak dicantumkanPTBA dan EMAS masuk dalam rekomendasi buy dengan strategi swing trade, yaitu perdagangan yang umumnya memanfaatkan pergerakan harga selama beberapa hari hingga beberapa pekan.

Sementara itu, ERAA direkomendasikan untuk strategi day trade, yang berfokus pada transaksi dalam satu hari perdagangan.

Adapun FUTR masuk dalam rekomendasi sell. Rentang target yang tercantum dalam sumber adalah Rp202–Rp158, tetapi urutan target tersebut perlu dikonfirmasi kepada sumber riset sebelum dipublikasikan.

Baca Juga: IHSG Hari Ini 9 Oktober 2026 Berpeluang Menguat, Simak Rekomendasi Saham


Investor Perlu Mencermati Support dan Resistance IHSGPeluang rebound IHSG pada perdagangan hari ini masih bergantung pada kemampuan indeks bertahan di area support dan menembus resistance terdekat.

Jika tekanan jual kembali meningkat dan support ditembus, IHSG berisiko bergerak menuju 5.750. Sebaliknya, penguatan menuju 6.000–6.020 perlu dikonfirmasi oleh pergerakan harga dan indikator teknikal.

Investor juga perlu memantau data inflasi AS, perkembangan geopolitik, sentimen MSCI, serta arah kebijakan The Fed sebelum mengambil keputusan.

Rekomendasi saham dan proyeksi teknikal merupakan pandangan analis berdasarkan kondisi pasar pada saat riset diterbitkan, bukan jaminan hasil investasi.

Baca Juga: IHSG Hari Ini Diprediksi Melemah, MNC Sekuritas Rekomendasikan BRMS, JPFA, hingga MBMA


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

IHSG Hari Ini Diprediksi Melemah, MNC Sekuritas Rekomendasikan BRMS, JPFA, hingga MBMA

Ekonomi

IHSG Hari Ini 12 Oktober 2026 Berisiko Melemah, MNC Sekuritas Rekomendasikan BRPT hingga BUMI

Ekonomi

IHSG Hari Ini 9 Oktober 2026 Berpeluang Menguat, Simak Rekomendasi Saham

Ekonomi

IHSG Hari Ini 8 Oktober 2026 Diprediksi Melemah, Ini Saham Pilihan MNC Sekuritas

Ekonomi

IHSG Hari Ini 7 Oktober 2026 Diprediksi Menguat, Simak Saham Pilihan MNC Sekuritas

Ekonomi

IHSG Hari Ini 6 Oktober 2026 Diprediksi Melemah, Simak Saham Pilihan MNC Sekuritas