Ketegangan AS-Iran ‘Bikin’ Bursa AS Merendah

- Sabtu, 22 Juni 2019 04:17 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.digtara.com/uploads/images/201906/wall-street-2.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 172

Digtara.com | JAKARTA – Pada akhir perdagangan Jumat, (21/6/2019) Wall Street ditutup lebih rendah setelah Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence menunda pidatonya tentang kebijakan terhadap China.

Hal ini meningkatkan optimisme terhadap pembicaraan perdagangan antara Washington dan Beijing. Sementara ketegangan antara AS dan Iran menjadi pemberat bursa saham AS.

Melansir Reuters, Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,13% berakhir pada 26.719,13, sementara Indeks S&P 500 kehilangan 0,13% menjadi 2.950,46. Indeks Nasdaq Composite turun 0,24% menjadi 8.031,71.

Wall Street mendekati rekor tertinggi terdorong optimisme perundingan dagang AS-ChinaNasdaq yang sarat perusahaan teknologi terbebani oleh penurunan 2,2% di PayPal Holdings Inc setelah perusahaan pembayaran digital ini mengumumkan chief operating officer-nya, Bill Ready, akan mengundurkan diri.

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan, Pence membatalkan pidatonya tentang China sebagai langkah mencegah meningkatnya ketegangan dengan Beijing. Perhatian investor di bursa saham masih tertuju pada pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping pada KTT G20 di Jepang 28-29 Juni mendatang.

“Mereka akan fokus pada apa yang akan terjadi di G20 dengan Presiden Trump dan Xi,” ujar Kurt Brunner, Manager Portofolio dengan Grup Swarthmore di Philadelphia. Ia bilang, setiap adanya indikasi akan kelanjutan pembicaraan perang dagang akan menjadi katalis positif bagi Wall Street.

Meskipun pada penutupan perdagangan Jumat, Wall Street memerah, tapi sepanjang pekan ini, indeks S&P 500 masih mencatat kenaikan 2,2%, Down Jones juga naik 2,41% dan Nasdaq menguat 3,02%.

Selama sesi perdagangan Jumat, saham CarMax Inc naik 3,2% ke rekor tertingginya setelah perusahaan pengecer kendaraan bekas tersebut membukukan hasil kuartalan di atas ekspektasi para analis.

Saham perusahaan Carnival Corp jatuh dua hari berturut-turut sebesar 4,4% dan menjadi salah satu perusahaan yang mencatat penurunan terbesar. Beberapa broker saham memangkas target harga saham mereka setelah operator pelayaran ini memangkas prediksi labanya tahun 2019.


Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Ekonomi

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Ekonomi

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Ekonomi

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Ekonomi

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Ekonomi

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo