Digtara.com | NEW YORK – Pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB) Kurs dolar Amerika Serikat (AS) menguat terhadap sejumlah mata uang utama lainnya. Hal tersebut usai bank sentral AS, Federal Reserve menurunkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak krisis keuangan global 2008.
Sedangkan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memangkas target untuk suku bunga acuan federal fund rate (FFR) sebesar 25 basis poin ke kisaran 2,00% hingga 2,25% setelah mengakhiri pertemuan kebijakan dua hari pada Rabu 31 Juli 2019, sesuai dengan ekspektasi pasar.
Di mana tindakan ini mendukung pandangan komite bahwa ekspansi berkelanjutan dari kegiatan ekonomi, kondisi pasar tenaga kerja yang kuat, dan inflasi mendekati target simetris komite 2,00 persen adalah hasil yang paling mungkin, tetapi ketidakpastian tentang prospek ini tetap ada, katanya dalam sebuah pernyataan.
Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,48% menjadi 98,5243 pada akhir perdagangan.
Pada akhir perdagangan New York, euro jatuh menjadi USD1,1085 dari USD1,1156 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,2162 dari USD1,2161 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi USD0,6839 dari USD0,6874.
Dolar AS dibeli 108,77 yen Jepang, lebih tinggi dari 108,60 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9934 franc Swiss dari 0,9902 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3197 dolar Kanada dari 1,3152 dolar Kanada.[ant]