Digtara.com | NEW YORK – Di akhir perdagangan Jumat (2/8/2019) Wall Street kembali melemah terdorong aksi jual yang dilakukan karena ada kekhawatiran baru terhadap resesi global. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 98,41 poin atau 0,37% ke 26.485,01, S&P 500 turun 21,51 poin atau 0,73% ke 2.932,05 dan S&P turun 105,38 poin atau 0,64% ke 1.6271,66.
Sementara, saham blue chip Dow Jones dan S&P 500 mencapai level terendah sejak akhir Juni dimana S&P 500 dan Nasdaq mencatat kerugian selama lima hari berturut-turut.
Di mana aksi jual yang terjadi pada pekan ini lantaran Federal Reserve memangkas suku bunga acuan untuk pertama kalinya sejak tahun 2008 dan munculnya ketegangan baru pasca cuitan Presiden AS Donald Trump yang menyatakan akan mengenakan tarif tambahan sebesar 10% bagi barang-barang impor dari China senilai US$ 300 miliar mulai 1 September nanti.
Matthew Keator, managing parter Keator Group Lenox Massachusetts mengatakan Ironinya adalah bahwa kebijakan perdagangan ini menciptakan lingkungan bagi The Fed untuk penurunan suku bunga lebih lanjut.
“Tetapi Trump dalam cuitannya mengatakan tentang kebijakan perdagangan hawkish dan karena itu pasar turun,” tegasnya
Sementara itu, laporan Departemen Tenaga Kerja pada Jumat (2/8) menunjukkan nonfarm payrolls meningkat 164.000 pekerjaan pada bulan lalu sesuai prediksi ekonom.[reuters]